Telinga Korban Bom Bali di RS Husada Masih Keluarkan Darah
Senin, 03 Okt 2005 13:44 WIB
Jakarta - Korban bom Bali II, Iwan Setiawan yang kini terkapar di RS Husada, kondisinya masih mengenaskan. Darah segar masih sering ke luar dari telinga sebelah kirinya.Iwan, menurut ayahnya, Edi Sujana, kondisinya masih lemas. "Sebetulnya sudah baikan, tapi pendengarannya masih agak terganggu. Dari telinga kiri masih suka mengeluarkan darah, kalau kita bicara, ia mendengarnya seperti dengungan," tutur Edi yang sejak Minggu malam menunggui anaknya di RS Husada, Jalan Mangga Besar Raya, Jakarta, Senin (3/10/2005).Sedangkan korban lainnya, Rita Noordin, sejak pukul 13.00 WIB berada di ruang operasi. Dokter masih terus berupaya mengeluarkan serpihan-serpihan dari kepala dan bokongnya.Iwan, Rita, dan 8 korban bom Bali lainnya, yakni Lie Lie, Kie Skerly, Ratimin, Kamal P, Yiyono A, Melreynol, Saniar, dan Tan Sutrisno diterbangkan ke RS Husada pada Minggu malam. Para korban ini tiba di rumah sakit tersebut pada pukul 23.00 WIB.Selain korban rawat inap, 3 korban lainnya sudah diperbolehkan rawat jalan, yakni Atan, Diana, dan Febrian. Sedangkan 2 korban meninggal yang kini berada di rumah duka RS Husada adalah Megawati Helmi (20) dan Ely Sunarto (23).Rencananya, kedua jenazah korban meninggal ini akan dimakamkan di TPU Pondok Rangon pada Rabu 5 Oktober. Sebelum pemakaman akan digelar kebaktian penguburan pada Selasa 4 Oktober pukul 19.00 WIB.Seluruh korban yang dirawat di RS Husada adalah karyawan Cif Transportasi yang sedang mengadakan tur ke Bali. Namun sayang, saat sedang santap malam sebuah restoran dekat Bar and Restaurant Raja's di Kuta Square, sebuah bom meledak dan melukai mereka.
(umi/)











































