DetikNews
Selasa 07 Mei 2019, 04:03 WIB

TKN: Undang Media Asing, Prabowo Ingin Ulang Skenario Venezuela

Indra Komara - detikNews
TKN: Undang Media Asing, Prabowo Ingin Ulang Skenario Venezuela Momen Prabowo bertemu dengan media asing di kediamannya (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin menanggapi pertemuan capres Prabowo Subianto dengan media asing. TKN menilai undangan media asing bertemu Prabowo untuk mengulang skenario Venezuela.

"Dengan mengundang media asing, Prabowo dan BPN semakin kuat dugaan skenario 02 untuk mengulang skenario Venezuela dengan mobilisasi massa menentang Presiden terpilih dan selanjutnya mengundang keterlibatan asing dalam masalah dalam negeri," kata Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Selasa (7/5/2019).


"Ini jelas manuver berbahaya bagi kedaulatan nasional dan masa depan demokrasi di negara kita. Indonesia bukan Venezuela. Pak Jokowi menang dalam versi hitung cepat dengan sangat meyakinkan. Ini kemenangan atas hoax dan juga kemenangan atas ancaman otoritarian hidup kembali. Jadi jangan bermimpi Indonesia dibuat seperti Venezuela," sambungnya.

Pertemuan Prabowo dengan media asing berlangsung di kediamannya di Jalan Kertanegara, Kebayoran, Jaksel, Senin (6/5) kemarin. Media internasional yang diundang antara lain Reuters, Asahi Shimbun, Bloomberg, AFP, Al Jazeera, NHK, Nikkei, AP, SMH, VOA, hingga Anadolu. Beberapa tokoh yang hadir di antaranya cawapres Sandiaga Uno; Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso; hingga Amien Rais.

TKN yakin masyarakat internasional tak mudah percaya dengan penjelasan Prabowo di hadapan media internasional. Ace kemudian bicara PM Inggris telah menyampaikan Pemilu di RI berlangsung aman.


"Kami yakin masyarakat internasional tidak akan mudah percaya dengan penjelasan Prabowo dan BPN. Buktinya, yang paling terakhir Perdana Menteri Inggris, Theressa May, telah menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan Pemilu Indonesia yang berlangsung dengan aman dan lancar," ucap Ace.

Dugaan kecurangan dari kubu Prabowo selama Pemilu 2019 dianggapnya tidak valid. Ace mengatakan, timses Jokowi juga sudah mengundang media internasional untuk melihat langsung rekapitulasi internal.

"Pemilu Indonesia tahun 2019 ini dipantau bukan saja oleh rakyat Indonesia, tetapi pemantau internasional dan media-media asing dari berbagai negara. Mereka melihat sendiri bagaimana proses penyelenggaraan pemilu ini dari mulai persiapan, kampanye hingga pemilihannya serta tahap akhir perhitungan," tuturnya.


"Bahkan TKN mengundang media asing untuk melihat war room perhitungan suara C1 agar mereka melihat langsung proses rekapitulasi C1 versi kami yang bukan hoax, klaim sepihak dan halusinasi belaka," tambah Ace.

Sebelumnya, Prabowo meminta agar dugaan kecurangan pemilu di Indonesia disampaikan kepada warga di segala penjuru dunia. Hal itu disampaikan Prabowo di hadapan media internasional.

"Pada intinya, kami mencoba menjelaskan kepada warga dunia dan Indonesia, tentunya, bahwa kami mengalami pemilu dengan aksi kecurangan yang terbuka dan terbukti melenceng dari norma demokrasi," ucap Prabowo.
(idn/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed