Korban Bom Bali II
I Gusti Ketut Sudana Di-ngaben
Senin, 03 Okt 2005 13:04 WIB
Bali - Suasana duka menyelimuti keluarga I Gusti Ketut Sudana (34), korban bom Bali II. Jenazah pelayan Bar and Restaurans Raja's ini akan di-ngaben.Jenazah Sudana disemayamkan di rumah duka, Banjar Tuban, Pesalakan, Desa Tuban, Kuta, Bali, Senin (3/10/2005). Sudana akan di-ngaben di kuburan Tuban yang berjarak 1 km dari rumah duka.Anak kelima dari tujuh bersaudara pasangan I Gusti Ketut Lalis (70) dan I Gusti Putu Alit (60) ini, meninggal dunia dalam kondisi luka parah di bagian kepala dan wajah akibat terkena serpihan bom.Keluarga dan kerabat Sudana terlihat tabah menerima cobaan berat ini. Mereka berkumpul mengenakan pakaian khas Bali sambil menunggu prosesi upacara ngaben.I Gusti Mede Suwena, Kakak Sudana, mengaku keluarga ikhlas melepas kepergian Sudana. "Sebelumnya setelah ledakan, keluarga mencari ke beberapa rumah sakit tetapi hasilnya nihil. Kami dapat berita dari televisi bahwa adik saya meninggal dan jenazahnya ada di RSUP Sanglah. Kami meminta pelaku diusut," ujar Suwena.Firasat AnehKeluarga dan rekan kerja sempat menangkap firasat aneh dari Sudana sebelum menjadi korban Bom Bali II.Bujangan ini sempat membelikan alat olahraga berupa raket kepada tiga keponakannya. "Sudana telah membelikan alat olahraga berupa raket kepada tiga keponakan tiga hari sebelum peristiwa," kata Suwena.Sementara itu, di mata sahabatnya, Hadiwarsito (29), Sudana dikenal sebagai pribadi yang supel. "Kami bercanda saat saya menerima order dari korban. Dia itu orangnya baik, akrab dan tidak pernah ada masalah dengan teman-teman," kata Hadi yang menjadi koki di Bar and Restaurans Raja's, Kuta.Menurut Hadi, dirinya berada di lantai 3 saat bom meledak. "Begitu meledak plafon dapur runtuh. Suasana gelap gulita dan akhirnya saya menyelamatkan diri setelah merangkak ke ruko lain," tutur Hadi.
(aan/)











































