Pasutri Korban Bom Bali II 21 Th Jadi Penolong WNI di Tokyo

Pasutri Korban Bom Bali II 21 Th Jadi Penolong WNI di Tokyo

- detikNews
Senin, 03 Okt 2005 12:48 WIB
Jakarta - Usia yang terpaut 15 tahun tidak menghalangi Darmawan (71) dan Mintarsah (56) untuk hidup seia sekata dan sehidup semati. Selama 21 tahun mereka mengabdikan diri menjadi penolong WNI di Tokyo, Jepang.Pengabdian itu dilakukan pasangan suami istri (pasutri) ini saat Darmawan menjadi local staff di KBRI Tokyo. Setiap ada WNI di Tokyo yang sakit dan hendak berobat, Darmawan siaga mendampingi.Sedangkan Mintarsah aktif dalam kegiatan kumpulan ibu-ibu di KBRI Tokyo. Salah satu kegiatannya adalah masak secara bergiliran untuk kantin di Sekolah Republik Indonesia. Nah, masakan Mintarsah selalu menjadi favorit anak-anak sekolah.Pasutri ini dikaruniai 2 anak bernama Shery (28) dan Bobby. Shery menikah dengan Riza Suryo (30) dan dikaruniai 2 anak bernama Mirza (4) dan Aulia (2)."Mereka sekeluarga orangnya sederhana dan suka menolong. Mereka punya pribadi yang ramah dan hangat. Sewaktu di Tokyo, mereka hanya tinggal di flat yang kecil dan sederhana," tutur Donny BU, sahabat Shery, di Jakarta, Senin (3/10/2005).Setelah pensiun, Darmawan dan Mintarsah tinggal di Cilandak, Jakarta Selatan. Pasutri ini pun berlibur ke Bali pada 22 September. Tak dinyana, maut menjemput keduanya 10 hari kemudian.Sabtu malam 1 Oktober itu seharusnya merupakan malam kekeluargaan yang indah bagi Darmawan dan Mintarsah. Mereka sedang bersantap malam di Kafe Nyoman, Jimbaran, Bali.Apalagi pasutri ini juga ditemani 2 cucunya. Mirza dan Aulia, turut serta putri dan menantunya, Shery dan Riza Suryo.Namun kebahagiaan itu terenggut dengan sebuah ledakan bom bunuh diri. Mintarsah pun meninggal di tempat. Sedangkan Darmawan dilarikan ke rumah sakit.Namun luka akibat serpihan kayu yang menancap di kepalanya membuat Darmawan tidak mampu bertahan. Dia pun menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu dinihari 2 Oktober.Shery dan Riza Suryo dalam kondisi kritis di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali. Sedangkan Mirza dan Aulia terhindar dari maut lantaran dibawa keluar dari kafe oleh Eni (16), baby sitter.Shery mengalami patah pada kedua kakinya dan di dadanya menancap serpihan bom yang tembus ke bagian paru-paru. Sementara Riza Suryo terkena serpihan bom di punggung belakang.Jenazah Darmawan dan Mintarsah kemudian diterbangkan ke Jakarta. Pasutri ini pun dimakamkan berdampingan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Senin 3 Oktober.Putranya, Bobby, hanya bisa mencoba tegar saat menyaksikan jenazah ayahnya dimasukkan lebih dulu ke liang lahat, disusul jenazah ibunya. Tak sepatah kata pun mampu terucap dari mulut Bobby.Jika dulu Darmawan dan Mintarsah duduk bersanding di pelaminan, kini pasutri sehidup semati ini terbaring kaku berdampingan, bersama-sama menghadap Sang Pencipta. (sss/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini