DetikNews
Senin 06 Mei 2019, 23:55 WIB

Isu Setan Gundul Bikin Sandi Ingat Tuduhan Andi Arief soal Mahar Rp 500 Miliar

Farih Maulana - detikNews
Isu Setan Gundul Bikin Sandi Ingat Tuduhan Andi Arief soal Mahar Rp 500 Miliar Sandiaga Uno (Adhi Indra Prasetya/detikcom)
FOKUS BERITA: Misteri 'Setan Gundul'
Jakarta - Politikus Partai Demokrat, Andi Arief, menuding ada setan gundul yang membisiki Prabowo soal angka kemenangan 62 persen. Tudingan itu membuat cawapres Sandiaga Uno ingat tudingan Demokrat soal mahar Rp 500 miliar.

"Mas Andi Arief ini yang juga mencuit bahwa saya memberikan Rp 500 miliar untuk Pak Prabowo itu, kan?" kata Sandiaga saat ditemui di kediaman orang tuanya, Jalan Galuh, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (6/5/2019).

Menurut Sandiaga, tudingan-tudingan Andi Arief tidak jelas. Dia mengatakan tudingan dari Andi Arief biar ditanggapi para elite politik saja.



"Jadi menurut saya, nggak jelas ini apa, dan saya nggak layak berkomentar karena menurut saya itu interpretasinya. Biar elite politik saja (yang menanggapi)," ungkapnya.

Sebelumnya, Andi Arief memang menyebut ada setan gundul yang jadi bagian dari Prabowo-Sandiaga. Andi menyebut setan gundul inilah yang memberikan informasi kepada Prabowo soal menang 62 persen.

Sebelum mencuit soal setan gundul, Andi pernah menuding ada mahar Rp 500 miliar dari Sandiaga supaya bisa jadi cawapres Prabowo. Bahkan Andi menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus.

Cuitan itu disampaikan Andi pada last minute pendaftaran Pilpres 2019. Andi mencuit soal kekecewaannya terhadap Prabowo, yang lebih memilih Sandiaga sebagai pasangannya. Dia lantas menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus.



"Prabowo ternyata kardus. Malam ini kami menolak kedatangannya ke Kuningan. Bahkan keinginan dia menjelaskan lewat surat sudah tak perlu lagi. Prabowo lebih menghargai uang ketimbang perjuangan. Jenderal kardus," kata Andi Arief, Rabu (8/8/2018).

"Di luar dugaan kami, ternyata Prabowo mementingkan uang ketimbang jalan perjuangan yang benar. Sandi Uno yang sanggup membayar PAN dan PKS masing-masing Rp 500 M menjadi pilihannya untuk cawapres," imbuhnya.
(rvk/zak)
FOKUS BERITA: Misteri 'Setan Gundul'
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed