Minyak Tanah Rp 3.000/Liter, Itu Pun Dijatah
Senin, 03 Okt 2005 11:55 WIB
Jakarta -
BBM naik dengan tujuan menyejahterakan wong cilik. Tapi apa lacur, minyak tanah -- BBM rakyat jelata -- justru meroket paling kencang. Dalam tabel harga baru BBM yang dirilis 1 Oktober lalu, minyak tanah mengalami kenaikan paling telak, lebih 100%. Semula minyak tanah seliter Rp 700, kini dibanderol Rp 2.000 per liter. Dari Pertamina saja sudah Rp 2.000. Jelas di tingkat pengecer harganya lebih hot lagi. Wapres Jusuf Kalla berhitung, setelah dipotong ongkos distribusi dan keuntungan pengecer, harga minyak tanah idealnya di level terendah mencapai Rp 2.500/liter.Tapi fakta di lapangan bicara lain. Minyak tanah melonjak hingga Rp 3.000. Bahkan di luar Jakarta ada yang melesat hingga Rp 3.500/liter.Harga Rp 3.000/liter dengan mudah dijumpai di Jabotabek. "Jadinya saya malas lagi pakai minyak tanah. Sekarang full pakai gas," kata Ny Elang, warga Pondok Gede, Bekasi, pada detikcom.Ibu dua anak ini memiliki dua jenis kompor yaitu berbahan bakar gas dan minyak tanah. Keduanya dipakai bergantian. Tujuannya untuk berhemat. Tapi kini minyak tanah dirasanya lebih boros karena harganya naik pesat."Tetangga saya di Kampung Pedurenan saya lihat tadi ngangkut kayu bakar. Yah gimana lagi, harga minyak gila gini, ya kayu bakar terpaksa dipake," kata Ny Elang.Sementara, Ny Jafari, menyebutkan minyak tanah di kampungnya di daerah Parung, Bogor, Jawa Barat, mencapai Rp 2.800/liter. Sedangkan di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, minyak tanah dijual Rp 3.500/liter di warung-warung kecil. Di daerah yang sama, ada satu RW yang menjual Rp 2.800/liter. Tapi setiap pembeli dijatah, tidak bisa membeli seenaknya.Tingginya harga minyak tanah juga dialami Ny Sri, warga Nganjuk, Jawa Timur. Di daerahnya, minyak tanah dijual Rp 3.000/liter. "Itu pun dijatah 5 liter per minggu," katanya.Di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, minyak tanah selain mahal, juga langka. "Orang yang nyari ke warung-warung lebih sering pulang lagi soalnya minyaknya nggak ada," kata Ny Tono.Sementara Ny Novita, juragan pangkalan minyak tanah di Tangerang mengaku menjual dagangannya Rp 2.275/liter.
(nrl/)










































