Akui Kecolongan, Wapres Bantah Bom Bali II Terkait BBM

Akui Kecolongan, Wapres Bantah Bom Bali II Terkait BBM

- detikNews
Senin, 03 Okt 2005 11:57 WIB
Jakarta - Polda Bali merupakan Polda terbaik se-Indonesia. Namun bom kembali mengguncang Bali dan menewaskan 27 orang. Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengakui pemerintah telah kecolongan sehingga ledakan kembali terulang di Bali. "Kejadian kedua kali merupakan kecolongan walaupun di Bali merupakan Polda terbaik di Indonesia," kata Wapres usai acara "World Habitat Day" di Bumi Cengkareng Indah, Jakarta, Senin (3/10/2005). Sebelum memberikan pidato dalam acara itu, Wapres Jusuf Kalla meminta hadirin agar berdoa sejenak untuk korban bom Bali II. Wapres masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan Polda Bali dan Mabes Polri atas ledakan itu. Meski begitu, Wapres membantah bom itu untuk memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). "Itu tak terkait BBM," katanya.Bom Bali II, kata Wapres, lebih bermotif ideologis karena dilakukan dengan cara bunuh diri. Bom Bali II merupakan aksi bom bunuh diri karena di tiga lokasi ledakan ditemukan tubuh yang diduga milik pelaku bom terpisah-pisah.Sasaran bom Bali kali ini bukan lagi gedung tertutup karena pengamanan terhadap gedung di Bali sudah diperketat. "Mereka mencoba mencari celah dengan masuk ke tempat terbuka khususnya tempat umum," kata Wapres.Bom kembali meledak di Bali, Sabtu 1 Oktober 2005 malam. Bom itu menewaskan 27 orang dan ratusan luka-luka. Polisi sementara menyimpulkan bom itu merupakan bom bunuh diri dan dilakukan tiga orang. (iy/)


Berita Terkait