Pemerintah Malaysia Bantah Keberadaan Sel-sel Teroris
Senin, 03 Okt 2005 11:56 WIB
Jakarta - Pemerintah Malaysia membantah keras keberadaan sel-sel teroris di negeri jiran itu. Hal ini disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Najib Tun Razak untuk membantah tudingan bahwa teroris-teroris asal Malaysia bertanggung jawab atas ledakan bom Bali II."Tidak ada sel-sel teroris yang aktif beroperasi di Malaysia sejauh yang pemerintah tahu," tegas Najib seperti dikutip kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Senin (3/10/2005).Azahari Husin dan Noordin Mohammad Top, warga Malaysia yang tergabung dalam kelompok radikal Jemaah Islamiyah (JI) diduga terlibat dalam bom Bali II, yang menewaskan 27 orang dan melukai lebih dari 100 orang itu.Najib menegaskan bahwa ancaman teroris di Malaysia masih terkendali. "Mungkin saja ledakan ini akan meningkatkan keprihatinan keamanan di wilayah ini. Meski begitu, pemerintah Malaysia bisa memberikan jaminan bahwa ancaman teroris terkendali di Malaysia," tutur Najib.Petinggi Malaysia itu mengatakan bahwa negaranya siap mengembangkan semua bentuk kerja sama dengan Indonesia untuk menangani ancaman-ancaman teroris. "Kerja sama bilateral yang telah ada antara Kuala Lumpur dan Jakarta harus berlanjut dan tindakan cepat harus diambil di mana saja para teroris terdeteksi," tandasnya.Azahari dan rekannya, Noordin, disebut-sebut sebagai militan JI paling berbahaya yang saat ini masih terus berkeliaran. Keduanya diyakini punya andil besar dalam serangan bom Bali I pada Oktober 2002 lalu. Otoritas Malaysia saat ini menahan lebih dari 80 tersangka militan, kebanyakan dari mereka adalah anggota JI.
(ita/)











































