detikNews
Senin 06 Mei 2019, 16:28 WIB

M Taufik Ungkap Kejanggalan Penemuan Ribuan Form C1 di Menteng

Farih Maulana Sidik - detikNews
M Taufik Ungkap Kejanggalan Penemuan Ribuan Form C1 di Menteng M Taufik (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - CEO Seknas Prabowo-Sandi, M Taufik, mempertanyakan penemuan ribuan formulir C1 dalam sebuah mobil di Menteng. Menurutnya, ada beberapa hal yang janggal.

"Saya ingin mengungkapkan bahwa Seknas tidak pernah mengumpulkan C1. Jadi Seknas tidak pernah memberikan atau mengirimkan C1 ke BPN. Kedua, kejadian ini hari Sabtu sedangkan beritanya hari Senin," kata M Taufik dalam jumpa pers di Seknas Prabowi-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto No 93, Menteng, Jakarta, Senin (6/5/2019).

M Taufik juga menunjukkan kop surat Seknas Prabowo-Sandi yang menurutnya berbeda dengan yang ditemukan di Menteng. Dia menegaskan Seknas Prabowo-Sandi tidak terkait penemuan tersebut.

"Saya ingin tunjukkan kop suratnya Seknas, berbeda. Nah ini kop suratnya beda. Oleh karena itu, saya mengatakan bahwa berita itu sangat sekali tidak betul. Jadi berita itu sangat sekali tidak betul, dan saya sudah meminta tadi untuk komunikasi dengan Bawaslu," kata Ketua Gerindra DKI ini.


M Taufik tunjukkan kop surat Seknas Prabowo-SandiM Taufik tunjukkan kop surat Seknas Prabowo-Sandi Foto: Grandyos Zafna


Formulir C1 itu ditemukan dalam kardus di mobil taksi online. Kardus itu bertuliskan 'Kepada Yth Bapak Toto Utmo Budi Santoso Direktur Satgas BPN PS Jl Kertanegara No 36 Jakarta Selatan' dan 'Dari Moh Taufik Seknas Prabowo-Sandi Jl HOS Cokro Aminoto no 93 Menteng Jakarta Pusat'

M Taufik juga mempertanyakan kewenangan seseorang membawa formulir C1. Keheranan juga muncul karena ada pernyataan terkait keaslian formulir C1 itu.

"Kemudian dinyatakan bahwa C1 itu palsu, kapan dia konfirmasinya ke Boyolali? kayak Jinny Oh Jinny gitu. Kan kalau paraf dulu tanda tangan saksinya harus dikonfirmasi pada saksi-saksi juga di sana. Jadi saya pikir kalau mau ngibul ya mesti pakai tata krama ngibul gitu," ucap Wakil Ketua DPRD DKI ini.



Bawaslu sendiri menyatakan belum bisa menyatakan apakah formulir C1 yang diamankan saat operasi lalu lintas di Menteng itu asli atau palsu. Saat ini, Bawaslu masih melakukan investigasi.

Kembali ke pernyataan Seknas, Koordinator Advokasi Seknas Prabowo-Sandi, Yupen Hadi mengaku sudah bertanya ke Bawaslu Jakarta Pusat terkait pengamanan ribuan formulir C1 ini. Yupen khawatir ada 'skenario' yang menyudutkan Seknas Prabowo-Sandi.

"Kita ini khawatir sedang diskenariokan. Jadi nanti kalau temen-teman dapat informasi, saya mendengar ada surat yang ditandatangani Pak Taufik yang ditujukan ke Pak Topo. Di dalam suratnya itu seakan-akan ini kongkalikong, ini gila gilaan ini," papar Yupen.



Menurut Yupen, ada 'skenario' yang sedang dimainkan. Dia heran mengapa polisi ikut memeriksa isi mobil saat merazia mobil yang membawa ribuan formulir C1 itu.

"Ini ada orang yang sedang mencoba membuat skenario yang luar biasa. Bagaimana polisi bisa nangkep-nangkep, itu pertanyaanya. Kok kalau razia kenapa harus periksa-periksa mobil, nggak surat-suratnya aja. Kemudian begitu ketemu C1 kenapa langsung otaknya langsung investigatif, langsung berpikir pasti ada sesuatu yg salah dengan C1 ini, maka kita harus ambil kita harus lapor bawaslu," ungkapnya.

"Kami tidak punya perangkat untuk melakukan kecurangan, apalagi suatu hal seperti ini. Kalau memang benar, kami minta ada transparansi. Secara hukum kami minta bawaslu transparan untuk menginvestigasi persoalan ini. Libatkan kami karena jangan sampai ada upaya-upaya menjebak dan mendiskreditkan terutama ketua seknas kita pak Taufik," sambung Yupen.

M Taufik Ungkap Kejanggalan Penemuan Ribuan Form C1 di MentengFoto: Formulir C1 ditemukan di Menteng (Alfon/detikcom)


Sebelumnya diberitakan, penemuan ribuan formulir C1 ini berawal dari operasi lalu lintas yang dilakukan Polres Jakpus pada Sabtu (4/5). Sebuah mobil disetop di Jl Besuki, Menteng kemudian ditemukan 2 kardus di bagasinya. Kardus itu ternyata berisi ribuan formulir C1. Kardus pertama berisi 2.006 formulir C1 sementara kardus kedua berisi 1.761 formulir C1. Ribuan formulir C1 itu berasal dari sejumlah kabupaten di Jawa Tengah.

Bawaslu masih memastikan keaslian dari formulir C1 itu. Koordinator Divisi SDM Jakarta Pusat, Roy Sofian Fatra Sinaga, mengatakan isi formulir C1 itu berbeda dengan hasil rekapitulasi di TPS. Tanda tangan saksi di C1 yang ditemukan dengan C1 yang dimiliki KPU juga berbeda.

"Misalkan suara 01 100 suara dan 02 50, di C1 yang kita dapatkan 01 50 dan 02 100. Tanda tangan saksi juga berbeda karena kita juga cek berapa TPS lewat KPU berbeda," ungkap Roy.


KPU Sarankan Cek Form C1 yang Diamankan di Menteng, Simak Videonya:

(imk/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed