Serangan Bom Diisukan akan Kembali Terjadi di Bali

Serangan Bom Diisukan akan Kembali Terjadi di Bali

- detikNews
Senin, 03 Okt 2005 10:59 WIB
Jakarta - Belum lagi hilang trauma akibat ledakan bom Bali II, komunitas ekspatriat di Pulau Dewata itu kembali diresahkan oleh beredarnya pesan singkat (SMS) misterius. Dalam SMS tanpa nama pengirim itu, disebutkan bahwa serangan bom akan kembali terjadi di Bali.Dalam SMS itu diingatkan adanya kemungkinan aksi pengeboman di Seminyak, kawasan yang populer bagi turis asing, yang berjarak sekitar 3 kilometer sebelah utara Kuta. Dalam SMS yang beredar tampak bahwa pesan itu ditulis oleh orang yang tidak mahir berbahasa Inggris. Ini terbukti dari adanya beberapa kesalahan ejaan dan tata bahasa. Demikian seperti diberitakan surat kabar Australia, Sydney Morning Herald, Senin (3/10/2005).Bunyi SMS tersebut: "Polisi Intel Bali, dapat informasi bahwa bom berikutnya bisa terjadi di salah satu tempat di sekitar Jl Obero, harap hati-hati. Sampaikan ke semua orang yang Anda kenal supaya terhindar dari masalah dalam beberapa hari mendatang."Akibat rumor ini, banyak warga asing, khususnya Australia yang bersiap-siap meninggalkan Bali. "Saya memang mendengar rumor soal bom berikutnya," tukas Rebecca Tippett, perempuan Australia yang telah tinggal di Bali bersama suami dan dua anaknya selama dua tahun."Saya tidak tahu itu benar atau tidak, tapi para pengebom bunuh diri punya akses ke mana saja dan kami semua ketakutan sekarang ini," imbuhnya. Tippett dan keluarganya memutuskan untuk secepatnya pulang ke tanah air mereka.Menurut warga Australia itu, teman-temannya yang asli Indonesia dan bekerja di Bali juga berencana pulang ke kampung halaman mereka. Sedikitnya 27 orang tewas dalam serangan bom beruntun di Bali pada Sabtu (1/10/2005) lalu. Seorang warga Australia mengaku mendengar adanya rumor mengenai serangan bom sebelum ledakan bom Bali II itu terjadi. Kepolisian setempat saat ini tengah menyelidiki pengakuan turis yang tidak disebutkan namanya itu. (ita/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads