Pekerja Kantoran Pasrah Disambut Tarif Angkot Melejit

Pekerja Kantoran Pasrah Disambut Tarif Angkot Melejit

- detikNews
Senin, 03 Okt 2005 08:14 WIB
Jakarta - Senin (3/10/2005) ini adalah hari pertama para pekerja kantoran di Jabotabek kembali mengantor pasca kenaikan harga BBM pada Sabtu, 1 Oktober lalu. Sambutan 'hangat' langsung menyapa mereka, yaitu melejitnya tarif angkutan umum.Pekerja dari Depok yang menumpang bus PAC Debora jurusan Depok-Kalideres, misalnya, disambut dengan tarif Rp 5.500. Padahal biasanya bus itu berongkos Rp 4.000. "Penumpang ngomel-ngomel, tapi gimana lagi," kata seorang penumpang pada detikcom.Bus Bianglala PAC 76 jurusan Senen-Ciputat juga menaikkan tarifnya dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.500. Sedangkan bus patas non-AC yang bertarif Rp 1.600 kini melonjak menjadi Rp 2.000. Bus sedang (Kopaja/Metro Mini) juga memakai argo baru Rp 2.000 dari tarif semula Rp 1.400. Mikrolet juga memasang harga gres, melonjak antara Rp 500 hingga Rp 1.000.Jelas ini membuat para pekerja kesal karena harus merogoh kocek lebih dalam. "Yang bikin kesal tuh karena aturan resminya belum turun, jadi sopir naikin ongkos seenaknya," keluh Siti, konsumen PAC 76 yang berkantor di bilangan Blok M. Tapi meski ngomel, semua penumpang pasrah. Mau tak mau, mereka harus mau karena butuh.DPD Organda DKI Jakarta sendiri sudah punya hitung-hitungan bila BBM naik lebih 100%. Mereka akan mengusulkan kenaikan tarif nyaris 100%. Misalnya saja untuk mikrolet disulkan naik Rp 1.900 menjadi Rp 2.650.Bus sedang dari Rp 1.400 menjadi Rp 2.400, bus patas dari Rp 1.600 menjadi Rp 2.700, dan patas AC dari Rp 3.500 menjadi Rp 6.300. Usulan itu akan disampaikan secara resmi ke Dishub DKI Jakarta hari ini. Glek! (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads