Andi Arief: Koalisi Itu Taktis, Demokrat Berhak Bangun Komunikasi Politik

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Minggu, 05 Mei 2019 10:14 WIB
AHY dan Jokowi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta - Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief menegaskan koalisi partai politik bersifat taktis. Dia menyatakan Partai Demokrat berhak membangun komunikasi politik.

"Koalisi itu bukan fusi. Jadi tidak ada partai melebur dalam koalisi. Karena koalisi itu disebut koalisi taktis. Karena taktis, maka setiap partai punya hak otonom. Punya kedaulatan dan punya hak menentukan nasib sendiri," ujar Andi Arief dalam keterangannya, Minggu (5/5/2019).


Andi Arief mengatakan komunikasi politik merupakan hak partai yang berdasar prinsip otonom yang dijelaskannya di atas dan Demokrat, kata dia, berhak melakukannya. Meski demikian, Andi Arief mengatakan Demokrat tak akan mendahului hal-hal strategis dalam koalisi mereka saat ini.

Untuk diketahui, Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat ini berada dalam Koalisi Indonesia Adil Makmur pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Jadi membangun komunikasi politik itu hak Partai Demokrat. Namun kewajiban Partai Demokrat adalah tidak mendahului hal yang strategis dalam koalisi. Karena itu, sikap Partai Demokrat dalam koalisi BPN adalah menunggu hasil perjuangan bersama memenangkan Pak Prabowo pada tanggal 22 Mei ini," sebut Andi Arief.

"Kalaupun harus menunda pernyataan menang atau kalah itu bisa saja terjadi, misalnya kalau nanti 01 atau 02 menempuh jalur Mahkamah Konstitusi," tambah dia.


Andi Arief lantas menjelaskan soal pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY. Andi menyebut komunikasi yang dijalankan AHY dengan Jokowi tidak keluar dari prinsip koalisi. Dia juga meminta Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membuka ruang dialog dengan AHY.

"Komunikasi politik AHY dengan Pak Jokowi tidak keluar dari prinsip-prinsip koalisi. AHY tidak melakukan deal-deal politik. Seharusnya BPN juga bersikap sama dengan AHY untuk membuka ruang dialog," ucap Andi Arief.


Saksikan juga video 'Demokrat soal Pertemuan AHY-Jokowi: Ingin Pemilu Berakhir Sejuk':

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/tor)