detikNews
Sabtu 04 Mei 2019, 23:29 WIB

Imam Besar Istiqlal: Usai Pemilu dan Jelang Puasa, Mari Saling Memaafkan

Farih Maulana Sidik - detikNews
Imam Besar Istiqlal: Usai Pemilu dan Jelang Puasa, Mari Saling Memaafkan Imam Besar Masjid Istiqlal mengajak masyarakat saling memaafkan usai Pemilu 2019 dan jelang datangnya Ramadhan (Foto: Farih Maulana/detikcom)
Jakarta - Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menghadiri acara silaturahmi para ulama dan umaro se-Jakarta Barat. Dalam acara tersebut, Nasaruddin mengajak masyarakat untuk saling memaafkan menjelang datangnya Ramadhan.

Nasaruddin mengatakan di bulan Syaban--sebelum masuk ke bulan puasa--saling memaafkan jadi hal yang paling bagus dilakukan. Terlebih, lanjut dia, beberapa waktu lalu Indonesia telah melewati masa kampanye yang panjang. Oleh karena itu Nasaruddin meminta semua pihak untuk saling memaafkan.

"Khusus kita di Indonesia ini, kampanye panjang yang melelahkan beberapa waktu lalu. Mungkin kita pernah mengecewakan orang lain atau mungkin juga kita pernah dikecewakan orang lain. Mari kita melapangkan dada kita untuk saling memaafkan satu sama lain", ujar Nasaruddin di Masjid Al Muchlishin, Grogol Jakarta barat, Sabtu (4/5/2019).


Nasaruddin menyebut rakyat Indonesia harus kembali bersatu dan menatap masa depan. Dia pun berharap siapa pun presiden terpilih agar dapat memenuhi janji-janjinya kepada rakyat Indonesia.

"Mari kita menatap masa depan, semuanya adalah satu. Kita doakan semoga siapapun yang menang nanti insyaallah diberikan kemampuan memenuhi janji-janjinya kepada kita. Kita juga doakan yang tidak beruntung semoga diberikan hikmah yang luar biasa sehingga bisa menerima kenyataan," kata dia.

Di lokasi yang sama, Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi mengatakan silaturahmi bersama tokoh-tokoh di Jakarta Barat untuk menyejukkan suasana politik pasca pencoblosan Pemilu 2019.


"Kita adakan tausiah bersama dan dilanjutkan deklarasi damai, karena kita sadari di sini bahwa sebelum pelaksaan pemilu masyarakat terpolarisasi, oleh karenanya itu tidak boleh berkelanjutan, dan di sini ulama dan umaro bersatu, agar kita sama-sama menciptakan suasana yang sejuk, pasca-pencoblosan pada Pemilu 2019", kata Hengki.

Dalam acara ini, turut hadir Walikota Jakarta Barat Rustam Effendi, Dandim 0503 Jakarta Barat Letnan Kolonel R Jatmiko Adi. Acara diawali salat isya berjemaah yang dilanjutkan dengan membaca ayat-ayat suci Alquran. Jemaah khusyuk mengikuti kegiatan silaturrahmi para ulama dan umaro se-Jakarta Barat.


Sebagai penutup kegiatan, Nasaruddin mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk membacakan ikrar bersatu menjaga kedamaian.

"Kami ulama dan umaro yang hadir di tempat ini sepakat menjaga kedamaian, menghormati konstitusi, demi kemaslahatan dan kehidupan bangsa," ucap mereka bersama.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com