Tutup #BacaJakarta, Anies Baca Dongeng 'Gara-gara Piko'

Zakia Liland - detikNews
Sabtu, 04 Mei 2019 15:25 WIB
Anies Baswedan (Foto: Zakia/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup program #BacaJakarta. Anies berharap kegiatan itu dapat menumbuhkan minat baca warga ibu kota.

"Jadi, kegiatan #BacaJakarta kemarin ini merupakan ikhtiar kita di ibu kota Jakarta untuk menumbuhkan minat baca. Kemudian harapannya, menumbuhkan daya baca. Dan Insya Allah nantinya akan menghasilkan generasi pembelajar di DKI Jakarta ini," ujar Anies dalam sambutannya di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (4/5/2019).


Foto: Zakia/detikcom

Progam #BacaJakarta merupakan program yang digagas oleh Dinas Pepustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta. Acara berlangsung selama 30 hari mulai 1-30 April 2019.

Program ini telah dilaksanakan di 143 titik di lima wilayah kota dan satu kabupaten dengan keikutsertaan 3.551 orang anak berusia 7-12 tahun. Program ini didampingi oleh 928 orang relawan dan pengelola taman baca.

Lewat #BacaJakarta, Anies ingin menumbuhkan budaya membaca di Jakarta. Bagi Anies, budaya itu muncul dari kebiasaan masyarakat.

"Budaya baca itu harus tumbuh. Tapi budaya itu fase yang agak akhir, yang fase awal itu diajarkan membaca, dibiasakan membaca sehingga jadi kebiasaan. Kalau sudah jadi kebiasaan, dia kan menjadi budaya. Budaya itu tidak muncul dari sekedar peluncuran. Budaya itu muncul dari kebiasaan. Karena itu ditumbuhkan kebiasaan," papar Anies.


Foto: Zakia/detikcom


Dalam meningkatkan minat baca, Pemprov DKI bekerja sama dengan PD Pasar Jaya mendirikan pasar buku. Akan ada lima pasar buku di Jakarta. Salah satunya adalah di Pasar Kenari yang baru diresmikan pekan lalu. Pasar buku ini didirikan demi terjangkaunya buku bagi masyarakat.

"Harapannya nanti buku harganya lebih terjangkau. Kalau buku terjangkau bukan hanya pribadi, perpustakaan pun bisa punya koleksi yang lebih banyak lagi," ujar Anies.


Foto: Zakia/detikcom


Selain itu, Anies juga bicara soal cara merangsang minat baca anak. Dia kemudian menceritakan pengalamannya waktu kecil yang hanya diperbolehkan bersepeda ke luar kampung untuk ke perpustakaan.

Awalnya Anies pergi ke perpustakaan itu hanya untuk bersepeda. Lambat laun Anies menjadi gemar membaca biografi tokoh-tokoh dunia karena terbiasa pergi ke perpustakaan.

"Akhirnya saya rutin pinjam buku di perpustakaan, bolak-balik gonta-ganti buku. Awalnya bukan karena ingin baca buku tapi karena ingin sepeda. Dampak sampingnya, saya gonta-ganti baca buku. Dan kemudian kalau pinjam buku apa yang saya pinjam? Ya, buku biografi," tuturnya.

Di akhir sambutannya, Anies juga berdongeng sebuah cerita yang berjudul "Gara-gara Piko". Anies pun mengajak para orang tua untuk mendorong anak-anaknya berdongeng agar meningkatkan daya imajinasi serta menjadikan anak kreatif.

"Anak yang imajinasinya tumbuh tidak nampak secara fisik hari ini. Tetapi kelak di kemudian hari ketika mereka dihadapkan dengan masalah, mereka akan muncul solusi-solusi yang terpikirkan sebelumnya," ucapnya.


Simak Juga 'Anies: Hardiknas Momen Review Komitmen Majukan Pendidikan':

[Gambas:Video 20detik]

(knv/knv)