Tanya Kartu Kompensasi BBM, Rumah RT Diserbu Warga
Minggu, 02 Okt 2005 23:30 WIB
Palembang - Pembagian kartu kompensasi BBM (KKB) ternyata masih terus bermasalah. Warga sampai menyerbu rumah ketua rukun tetangga (RT) untuk menagih KKB yang belum juga dibagikan.Kejadian ini terjadi Minggu (2/10/2005) pagi tadi di rumah Suroso (59), Ketua RT.10, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang. "Saya stress, meskipun saya jelaskan belum dapat mereka terus saja berdatangan menanyakan kartu itu," kata Suroso.Warga bertanya-tanya mengenai terlambatnya kartu KKB. Sebab Gubernur Sumatra Selatan Syahrial Oesman mengatakan semua warga miskin yang sudah terdata akan diberi KKB pada 1 Oktober 2005 bertepatan dengan kenaikan harga BBM."Mungkin dikorup Pak Lurah dan Pak Camat," kata seorang warga RT.10 itu kesal, setelah menemui Suroso.Untungnya, sekitar pukul 11.00 WIB, seorang petugas dari Kelurahan Kalidoni datang ke rumah Suroso, dan menjelaskan KKB sudah ada. "Sebenarnya sudah ada sejak hari Jumat, tapi kita bagi-bagi dalam bungkus plastik, ya, sedikit telat," kata petugas itu.Dan, memang, saat warga miskin lainnya di Palembang menerima KKB, hanya warga Kecamatan Kalidoni yang tidak menerima KKB pada 1 Oktober. Padahal, keluarga miskin di Kecamatan ini cukup tinggi sekitar 40 ribu jiwa.Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum Ogan Komering Ulu Selatan Achmad Basid juga mengaku bingung dengan kedatangan warga dan ketua RT ke rumahnya. "Saya bingung mereka bertanya dengan saya. Saya suruh bertanya dengan Lurah atau Camat, ya, mereka tidak tahu rumahnya sebab hari ini Minggu," kata Basit."Mungkin lantaran saya pejabat negara, warga di Baturaja ini saya tahu juga. Wah ini, bahaya, kalau lurah dan camat tidak sosialisasi kepada warga. Mereka kan tahunya dari berita di koran seperti dikatakan Gubernur Sumsel Syahrial Oesman bahwa KKB dibagikan pada 1 Oktober," katanya.
(gtp/)











































