3 KPPS dan 1 Saksi Resmi Jadi Tersangka Pencoblosan Surat Suara di Serang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 03 Mei 2019 19:51 WIB
Sentra Gakkumdu Bawaslu Serang menetapkan 3 petugas KPPS dan 1 saksi sebagai tersangka pidana Pemilu terkait pencoblosan surat suara (Foto: Bahtiar Rivai/detikcom)
Serang - Sentra Gakkumdu Bawaslu Kota Serang resmi menetapkan 3 petugas KPPS dan 1 saksi sebagai tersangka pidana Pemilu. Penetapan tersangka karena terbukti melakukan pencoblosan 8 surat suara di TPS 24 Ciloang, Kota Serang.

Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Ivan Adhitira mengatakan ketiga petugas KPPS itu berinisial EH, BD, dan NT. Sedangkan satu tersangka inisial SF adalah saksi dari parpol.

"Dugaan memberikan hak suara lebih dari satu kali," kata Ivan di kantor Bawaslu Kota Serang, Cipocok Jaya, Banten, Jumat (3/5/2019).


Keempat tersangka katanya terancam pasal 532 juncto pasal 533 juncto pasal 516 Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Keempatnya terancam pidana maksimal 4 tahun. Namun, Sentra Gakkumdu tidak melakukan penahanan terhadap keempatnya.

Hasil pemeriksaan, keempatnya mengaku mencoblos sisa surat suara karena spontanitas. Saat TPS akan ditutup ada 3 pendaftar yang belum hadir sehingga surat suara tersebut dicoblos.

"Jadi spontanitas katanya agar tidak tumpang tindih," kata Ivan.


Dia mengatakan berkas perkara penyidikan kasus ini sudah lengkap dan telah diserahkan ke pihak kejaksaan untuk segera disidangkan.

Sementara, Ketua Bawaslu Kota Serang Faridi menambahkan, hasil pemeriksaan kepada petugas KPPS bahwa ketiganya tidak terafiliasi pada partai politik. Faridi mengatakan ketiga petugas KPPS ini mencoblos secara acak.

"Jadi coblosnya ngacak karena tidak ada motivasi kepada peserta pemilu. Karena niat awalnya supaya C7 dengan C1 tidak tumpang tindih," kata Faridi.



Simak juga video KPU: Bangsa Ini Patut Berterima Kasih kepada KPPS!:

[Gambas:Video 20detik]

(bri/jbr)