Gus Dur: Aksi Pemboman Harus Dilawan
Minggu, 02 Okt 2005 20:43 WIB
Jakarta - Kecaman terhadap tragedi bom Bali II terus berdatangan. Kini giliran mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang mengecam aksi biadab itu.Menurut Gus Dur, aksi itu merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak bisa dilupakan oleh sejarah. Apapun alasannya aksi pemboman tersebut harus dilawan. "Bali adalah bagian dari Indonesia dan Indonesia bagian dari kehidupan kita," katanya saat menghadiri malam keprihatinan di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (2/10/2005) malam.Malam doa bersama bersama yang dipersembahkan untuk para arwah korban bom Bali II itu dihadiri sekitar 150 orang dari Solidaritas Muda Hindu Anti Kekerasan (SMHAK) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM)Ketika ditanyakan apakah intelijen kecolongan, Gus Dur menjawab yang kecolongan adalah bangsa. "Yang kecolongan adalah bangsa bukan pemerintah," tuturnya.Gus Dur juga tidak mau berkomentar tentang siapa yang bersalah atas kejadian ini. "Saya tidak mau berkomentar untuk hal itu," tambahnya.Senada dengan Gusd Dur, Ketua MPM Ismed Hasan Putro mengatakan pemboman ini merupakan tindak kekerasan yang tidak beradab dan jauh dari martabat manusia yang bernurani dan beragama."Oleh karena itu saya meminta agar kepolisian secara profesional dan bertanggung jawab untuk segera mengusut dan menangkap pelaku bom Bali II," tegas Ismed.Acara doa bersama ini berlangsung sejak pukul 18.30 WIB hingga pukul 20.00 WIB yang ditutup dengan menyanyikan lagu Syukur karya Husein Mutahar.
(ahm/)











































