150 Orang Lakukan Doa Bersama di Bundaran HI
Minggu, 02 Okt 2005 20:05 WIB
Jakarta - Sekitar 150 orang yang tergabung dalam Solidaritas Muda Hindu Anti Kekerasan (SMHAK) dan Masyarakat Profesional Madani (MPM) menggelar doa bersama di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta. Acara doa bersama ini bertajuk Mantram Gayatri atau doa yang dipersembahkan untuk para arwah korban bom Bali II pada Sabtu (1/10/2005) malam kemarin.Acara ini dihadiri oleh mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Gus Dur, yang tiba sekitar pukul 19.30 WIB, Minggu (2/10/2005), disambut sorak-sorai dari peserta perenungan.Selain melakukan doa bersama, massa juga melakukan orasi untuk mengutuk aksi pemboman tersebut. "Kita mengutuk secara keras aksi pemboman itu. Karena pemboman hanya dilakukan oleh orang yang biadab," kata seorang orator, Yongki.Massa juga membawa spanduk hitam bertuliskan kecaman terhadap peledakan bom di Bali. Di antaranya bertuliskan "Damai Baliku", "No Violent in Bali", dan "Kembalikan Bali ku yang damai".Peserta doa bersama duduk di pelataran Bundaran HI sambil memegang lilin dan payung yang biasa dipakai dalam upacara keagamaan di Pura. "Ini menunjukan sebagai tanda musibah yang terjadi di Bali," kata seorang peserta, Made. Mereka juga membawa dupa. Hal ini dimaksudkan agar doa yang mereka lakukan bisa terasa lebih hening.Karena dilakukan pada malam hari, aksi keprihatinan ini membuat para pengendara yang melintasi Bundaran HI terpancing untuk melihatnya dengan memelankan laju kendaraan.Tak ayal, ini mengakibatkan kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi acara yang berlangsung khidmat itu.
(ahm/)











































