Jokowi-AHY Bahas Kursi Menteri? Ini Kata NasDem

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 03 Mei 2019 17:10 WIB
(Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Komandan Kogasma Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Partai NasDem merespons positif pertemuan tersebut.

"Bagi TKN Jokowi, Pak Agus ke sana membangun suatu komunikasi politik yang konstruktif itu kan hal yang baik dan kami membuka ruang kerja sama tidak saja kerja sama di parlemen, tapi kerja sama di berbagai bidang. Jangan salah datang ke sana bukan semata-mata untuk ngomong kabinet, tapi ini ngomong negara," kata Sekjen Partai NasDem, Johnny G Plate, di Komplek DPR, Jakarta, Jumat (3/5/2019).



Johnny mengatakan keputusan apakah AHY masuk kabinet pemerintahan Jokowi selanjutnya merupakan hak prerogatif presiden. Namun syarat bagi pihak yang mau bergabung ke koalisi harus sejalan dengan visi-misi Jokowi. Salah satu visi-misi Jokowi adalah membangun SDM dan infrastruktur.

"Kalau mau gabung ke kabinet jangan bawa visi-misi baru, jangan bawa visi-misi sendiri, tidak itu. Karena apa, kami saja menyesuaikan dengan partai-partai menyesuaikan dengan visi-misi di pemerintahan dengan visi-misi Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf. Karena visi-misi itu yang diterima oleh mayoritas rakyat melalui pemilu dengan pilih Jokowi berarti menerima visi-misinya," kata Johnny.



Tak hanya itu, Johnny juga menyebut membuka peluang kerja sama politik di beberapa bidang. Misalnya kerja sama di parlemen DPR ataupun MPR.

"Di MPR terbuka ruang untuk kerja sama walaupun kami 60% lebih dan hanya cukup merangkul DPD, maka MPR bisa dikuasai. Tapi untuk kepentingan negara, mari kita duduk ruangnya terbuka. Untuk pimpinan-pimpinan lembaga-lembaga lainnya dalam kerja sama politik pun masih terbuka. Karena kita ngomong soal membangun negara, bukan kepentingan pragmatis kelompoknya saja," sambungnya.



Namun Johnny menyebut pembicaraan kemarin antara Jokowi dan AHY tidak membahas kursi menteri. Ia menegaskan Jokowi-lah yang memiliki hak prerogatif menentukan menterinya.

"Nah pimpinan lembaga itu nanti orang-orang yang akan ditunjuk oleh Presiden, termasuk juga menteri dan kita tidak ngomong menteri. Jadi saya kira jangan beranggapan Pak AHY pergi ke sana untuk ngomong salah satu jabatan menteri. Bukan itu momentumnya," sambungnya.

Sebelumnya, AHY bertemu dengan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5) sore. Keduanya melakukan pertemuan empat mata.


Tonton juga video TKN soal Pertemuan Jokowi-AHY: Turunkan Tensi Ketegangan:

[Gambas:Video 20detik]

(yld/knv)