DetikNews
Jumat 03 Mei 2019, 15:19 WIB

Tok! MA Bebaskan Istri yang Dipenjarakan Suami Gegara Chating di Facebook

Andi Saputra - detikNews
Tok! MA Bebaskan Istri yang Dipenjarakan Suami Gegara Chating di Facebook Gedung MA (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) membebaskan Wisni Yetti dari hukuman 5 bulan penjara. Ia dipenjarakan suaminya yang cemburu karena Wisni chating dengan teman masa kecilnya di Facebook.

Peristiwa itu bermula pada 2011 silam. Wisni menjalin komunikasi dengan teman masa kecilnya, Nugraha. Wisni berada di Bandung sedangkan Nugraha di Padang, Sumatera Barat. Mereka berkomunikasi melalui chatting di Facebook.

Chatting Wisni dan Nugraha diketahui suaminya, Haska Etika. Heska diam-diam 'membobol' Facebook istrinya pada Oktober 2011. Pada 2013, Haska menggugat cerai Wisni. Ketika dalam proses perceraian, tahun yang sama Wisni melaporkan suaminya karena KDRT.


Atas laporan itu Haska lalu melaporkan isi chatting Wisni pada Februari 2014 ke Polda Jabar dengan tuduhan mendistribusikan dan mentransmisikan kalimat atau bahasa yang bersifat asusila. Kasus bergulir ke pengadilan.

Pengadilan Negeri (PN) Bandung menghukum Wisni selama 5 bulan penjara pada 31 Maret 2015. Tidak terima, Wisni mengajukan banding.

Pada 9 Juli 2015, Pengadilan Tinggi (PT) Bandung membebaskan Wisni. Majelis banding menyatakan print out asli tidak dapat diperlihatkan di persidangan sehingga keotentikannya tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Jaksa tak terima dan mengajukan kasasi. Artidjo Alkostar membalik keadaan dengan kembali menghukum Wisni selama 5 bulan penjara. Wisni tak terima dan mengajukan PK. Apa kata MA?

"Pemohonan PK Pemohon/Terpidana dikabulkan oleh Mahkamah Agung (MA)," kata juru bicara MA, hakim agung Andi Samsan Nganro kepada detikcom, Jumat (3/5/2019).


Majelis PK yang diketuai oleh HM Syarifuddin membebaskan Pemohon PK/Terpidana dari segala dakwaan.

"Putusan kasasi sama dengan putusan pengadilan tingkat pertama menghukum Pemohon PK. Tetapi pada tingkat banding pada Pengadilan Tinggi Bandung membebaskan Terdakwa/Pemohon PK dari segala dakwaan," pungkas Andi Samsan Nganro.


(asp/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed