Sehari Pasca Bom Bali II, Belum Terlihat Eksodus Turis
Minggu, 02 Okt 2005 18:13 WIB
Bali - Meskipun Bali diwarnai ledakan dahsyat yang menyebabkan lebih dari 25 orang tewas dan 129 luka-luka, namun ini tidak menyebabkan para turis mancanegara eksodus dari Bali.Berdasarkan pantauan detikcom, kondisi di terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar,hingga pukul 17.00 Wita, Minggu (2/10/2005), masih terlihat lengang. Hal ini sangat berbeda dengan pascaledakan bom tiga tahun sebelumnya di Legian, Bali. Pada saat itu sejak dini hari terminal keberangkatan internasional Bandara Ngurah Rai sudah penuh sesak.Masih normalnya situasi bandara juga disampaikan oleh Officer Incharge Bandara Ngurah Rai, I Ketut Open. "Sejak semalam masih normal saja mas. Tidak ada ekstra flight," kata Ketut di Bandara Ngurah Rai. Ketut menambahkan, penerbangan juga masih seperti hari-hari biasanya. "Tiap hari 30 penerbangan, diantaranya ke Jepang, Korea dan Australia," ujarnya.Tetapi, hal sebaliknya justru terjadi di pintu kedatangan domestik. Terlihat kepadatan pengunjung di gerbang ini.Bahkan sejak rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke Bali, semua penerbanagan mengalami delay. Hal ini terjadi untuk jadwal kedatangan pukul 16.00-17.00 Wita. Setidaknya hal ini dialami oleh pesawat Batavia Air dengan rute Surabaya-Bali. Pesawat yang sesuai jadwal berangkat pukul 13.35 WIB menjadi tertunda pada pukul 14.30 WIB.Bahkan, menurut seorang penumpang dari Surabaya, Rofiq, pesawat Batavia Air yang ditumpanginya sempat berputar-putar sekitar 15-20 menit sekitar 1 mil dari Bali. "Padahal jarak tempuh dari Surabaya-Bali hanya 35 menit. Namun akibat berputar-putar itu menjadi satu jam perjalanan," keluh Rofiq.
(ahm/)











































