"Enggak (mengharapkan sampai santunan). Kepengennya begitu (ada bantuan lebih), istilahnya buat sekolah anak. Bapak kan tulang punggung keluarga," ujar istri salah satu petugas KPPS yang meninggal, Triwidatani di kediamannya, di Jalan Al-Falah RT006/05, Jurang Mangun Timur, Tangerang Selatan, Jumat (3/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya nginep di TPS dari H-1. Orang pas hari H saya tanya 'Bapak nggak sarapan dulu?', Bapaknya jawab 'iya nanti aja'," tuturnya.
Triwidatani menuturkan sang suami tak suka mengeluh saat sakit. Dia juga menyebut suaminya merupakan sosok yang tegas.
"Sosok Pak Hanafi ini di keluarga sosoknya baik, ramah, orangnya tegas," kata Triwidatani.
Baca juga: KPU: Bangsa Ini Berterima Kasih ke KPPS |
Triwidatani sendiri telah mendapatkan santunan sebesar Rp. 36.000.000 yang diberikan langsung oleh Komisoner KPU Evi Novida Ginting dan Pramono Ubaid Tanthowi. Evi mengatakan sosok seperti Hanafi adalah pejuang demokrasi yang memastikan penyelenggaran pemilu sesuai aturan.
"Bahwa pejuang demokrasi yang telah mendahului kita ternyata bekerja sungguh-sungguh dan penuh semangat dan memastikan seluruh penyelenggaraan Pemilu sesuai dengan yang kita atur," ucap Evi.
Evi pun bangga terhadap kerja yang dilakukan petugas KPPS. Selain itu Evi menghormati jasa mereka.
"Nah karena mereka sangat fokus pada hal tersebut, kami sangat bangga dan menghormati jasa-jasa mereka," imbuh Evi.
Saksikan juga video 'Sri Mulyani Siapkan Tunjangan ke Petugas KPPS yang Meninggal':
(mae/mae)











































