Pemerintah Harus Benahi Koordinasi Polisi dan Intelijen

Pemerintah Harus Benahi Koordinasi Polisi dan Intelijen

- detikNews
Minggu, 02 Okt 2005 16:59 WIB
Jakarta - Ledakan bom masih saja terjadi. Ini bukti bahwa koordinasi polisi dan intelijen kurang baik. Karena itu, untuk mencegah bom di masa mendatang, koordinasi polisi dan intelijen harus dibenahi. Saran ini disampaikan oleh anggota Komisi I DPR yang membawahi bidang pertahanan dan keamanan, Effendi Simbolon. Menurut dia, pemerintah harus berani melakukan terobosan baru untuk mengatasi tindakan terorisme di Indonesia terutama dalam bidang intelijen dan kepolisian. "Harus ada koordinasi yang baik antara intelijen dan kepolisian agar peristiwa ini tidak terulang," kata Effendi Simbolon kepada wartawan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Minggu (2/10/2005).Politisi dari PDIP ini datang ke TPU Tanah Kusir untuk menghadiri pemakaman korban peledakan bom Bali, Ratih Tedjoyanti. Korban merupakan anak kandung koleganya di DPR dari PDIP, Soekardjo Hardjosoewirjo.Namun sayangnya, Effendi tidak menjelaskan lebih detil mengenai langkah-langkah apa yang harus dilakukan pemerintah terkait terobosan baru itu.Sementara itu, karena masih diliputi suasana duka, ayah almarhumah, Soekardjo, tidak menanggapi ketika wartawan menanyakan sikap dirinya terhadap para pelaku pengeboman. Proses pemakaman Ratih Tedjoyanti ini diakhiri dengan acara ritual 'nyekar' yang dilakukan oleh pihak keluarga dan kerabat yang dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB.Tampak kedua orang tua Ratih serta putri sulungnya Yuri Retno Adi (8) sedang khusuk memanjatkan doa di pinggir pusara. Selain itu tampak pula sekitar 20 kerabat yang turut serta dalam acara tersebut.Guna menjaga kekhusukan, keluarga almarhumah meminta tiga personel kepolisian untuk berjaga-jaga di sekitar lokasi. (ahm/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads