Bom Bali II
Nenek dan Cucu Tewas Saat Rayakan Ulang Tahun
Minggu, 02 Okt 2005 16:31 WIB
Semarang - Manusia memang tidak tahu kapan mati akan menghampiri. Bisa di mana saja, kapan saja. Termasuk yang dialami Ny Djuni Kresmiati (68) dan Arthur Calvino (19). Nenek dan cucu ini tewas tersambar ledakan bom di Jimbaran saat merayakan ulang tahun. Biasanya hari ulang tahun menjadi hari yang mengasyikkan. Tapi, tidak bagi Ny Djuni, Arthur, dan keluarganya. Keduanya malah terkena musibah di saat merayakan ulang tahun Arthur ke 19 di Kafe Nyoman, Jimbaran, Bali. Sabtu (1/10/2005) malam, Arthur dan Djuni beserta sejumlah anggota keluarganya datang ke Kafe Nyoman . Namun, tidak berapa lama kemudian, bom meledak di tempat ini. Duar!! Orang-orang yang berada di kafe ini terlempar. Meja, kuris, piring, bertebaran ke mana-mana. Sejumlah orang tewas di kafe ini, termasuk Arthur dan neneknya, Djuni. Tentu, ini menjadi kisah sedih bagi keluarga besar Ny Djuni. Betapa tidak. Sebenarnya, Ny Djuni belum lama menginjakkan kakinya di Bali. Ny Djuni yang tinggal di Semarang baru tiba di Bali pada Selasa (27/9/2005). Di Pulau Dewata, anak keenamnya, Heru Jatmiko, bertempat tinggal. Ny Djuni memilih menginap di rumah Heru Jatmiko. Selain Heru, Ny Djuni juga memiliki cucu yang baru dua bulan kuliah di Bali, yaitu Arthur. Arthur merupakan cucu dari anaknya yang tinggal di Kudus, Jawa Tengah. Di Bali, Arthur kuliah di Akademi Kehutanan. Nah, Sabtu, Ny Djuni mengontak Arthur untuk berkomunikasi dan mengucapkan selamat ulang tahun. Komunikasi berjalan mulus dan mereka membuat rencana untuk merayakan ulang tahun Arthur di Kafe Nyoman sambil menikmati hembusan angin pantai di malam hari. Sabtu sore, Ny Djuni, Arthur, dan Heru bersama istrinya pun meninggalkan rumah. Mereka menuju Kafe Nyoman. Setelah memesan sejumlah makanan untuk bersantap malam, mereka pun dengan bahagianya makan bersama. Namun, saat mereka sedang asyik makan, ledakan bom terjadi. Ny Djuni dan Arthur meninggal dunia seketika di lokasi. Tubuh keduanya terkoyak oleh serpihan bom. Sedangkan Heru dan istrinya selamat dan mengalami luka-luka. Dan saat ini, Heru dan istrinya sedang dirawat intensif di RS Graha Indah, Jimbaran. Menurut Fani Kusuma Dewi (35), anak ketujuh Ny Djuni, rencananya malam ini jenazah ibunya dan Arthur akan tiba di Semarang. "Sekarang, suami saya sedang berada di Bali untuk menjemput jenazah," kata Fani saat ditemui detikcom, di rumah duka, Jl. Gebang Anom nomor 36, Mataram, Semarang, Minggu (2/10/2005). Fani menceritakan, suaminya, Yasril Hudar Yahya, telah bertolak ke Bali Minggu pagi. Fani memperkirakan jenazah Ny Djuni dan Arthur akan tiba pukul 19.00 WIB. Saat dikunjungi detikcom, rumah Ny Djuni tampak sepi. Untuk tamu yang melayat, pihak keluarga hanya menyediakan tikar. "Keluarga kami memang terpisah-pisah. Jadi, kami menunggu agar bisa berkumpul bersama," ungkap Fani. Pembela Terdakwa Bom Yasril Hudar Yahya, suami Fani, sebenarnya cukup dikenal oleh wartawan. Dia merupakan salah satu kuasa hukum para terdakwa bom Semarang. "Ini ironis mas, suami saya itu pembela terdakwa bom Semarang. Tapi, ternyata keluarga kami malah jadi korban bom," kata Fani.
(asy/)











































