Round-Up

Bawaslu Nantikan Laporan, Bukan Seruan Desakan

Rivki - detikNews
Kamis, 02 Mei 2019 21:30 WIB
Gedung Bawaslu (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Ijtimak Ulama III mendesak Bawaslu dan KPU mendiskualifikasi pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka menyimpulkan terjadi kecurangan secara masif, sistematis, dan terstruktur pada Pemilu 2019 .

Lantas bagaimana tanggapan Bawaslu dan KPU?

Dirangkum detikcom, Selasa (2/5/2019), Bawaslu hanya menindaklanjuti adanya kecurangan berdasarkan laporan. Menurut Bawaslu, laporan kecurangan pun harus disertai bukti-bukti, bukan dalam bentuk desakan atau seruan.

"Buktinya, buktinya. Berdasarkan bukti, ya berdasarkan bukti, laporan, temuan, buktinya, meyakinkan apa tidak," kata anggota Bawaslu Mocahmmad Afifuddin di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019).



Afif mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan kecurangan dari pihak Ijtimak Ulama III. Afif mengaku siap menerima laporan yang diajukan nantinya.

"Belum, belum, dari mereka belum," tutur Afif.