DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 17:55 WIB

Ternyata Usman Ditembak Mati Adi Karena Tagih Utang Ekstasi Rp 10 Juta

Raja Adil Siregar - detikNews
Ternyata Usman Ditembak Mati Adi Karena Tagih Utang Ekstasi Rp 10 Juta Pelaku saat diamankan di Polresta Palembang (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Pelaku penembakan Usman Heri (35) di Jalan Teratai, Sukarami, Kota Palembang, telah ditangkap. Usut punya usut, ternyata Usman ditembak karena si pelaku punya utang ekstasi Rp 10 juta.

"Aku memang punya utang Rp 10 juta, utang untuk beli ekstasi," kata pelaku, Cung Adi, saat ditemui di ruang pemeriksaan Polresta Palembang, Kamis (2/5/2019).



Adi menyebut nekat menembak korban karena kesal saat ditagih utang. Bahkan dia mengaku sempat berkelahi dengan korban sebelum akhirnya nekat melepas tembakan.

"Usman nagih terus. Karena lagi nggak punya uang, ya aku marah, emosi. Terus sempat berkelahi, sampai aku tembak kena leher," katanya.



Dari total utang Rp 10 juta itu, pria yang akrab disapa Cung Adi ini pun mengaku sudah mencicil utangnya. Namun, ketika korban datang, dia memang sedang tak punya uang.

"Sudah dicicil dua kali, sekitar Rp 2 juta. Sisanya Rp 8 juta lagi dan memang aku nggak punya uang kemarin. Uang untuk beli ekstasi 40 butir dan mau dijual lagi di situ (kawasan eks lokalisasi di Jalan Teratai)," tutup pelaku.

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Didi Hayamansyah mengaku tengah mendalami keterangan pelaku, terutama terkait utang yang menjadi alasan pelaku menembak korban.

"Masih kami dalami ya, sekarang masih diperiksa oleh Reskrim. Nanti pasti kita sampaikan hasilnya," terang Didi singkat.

Untuk diketahui, Usman ditemukan tak bernyawa pada Minggu (28/4) sekitar pukul 05.30 WIB. Sebelum Usman ditemukan tewas akibat ditembak, warga sekitar menyebut sempat mendengar ada keributan.

Tak lama setelah penembakan, warga menemukan Usman tewas bersimbah darah di Jalan Teratai Putih atau biasa dikenal sebagai eks lokalisasi Kampung Baru. Pria yang baru menikah 5 bulan lalu itu mengalami luka tembak di bagian leher.
(ras/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed