DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 15:42 WIB

Arif Budimanta: Dunia Pendidikan Harus Respons Perkembangan Industri

Mega Putra Ratya - detikNews
Arif Budimanta: Dunia Pendidikan Harus Respons Perkembangan Industri Foto: Dok KEIN
Jakarta - Komite Ekonomi dan Industri Nasional mendorong dunia pendidikan harus mampu merespons perkembangan industri sehingga berimplikasi ke penyerapan tenaga kerja dan penurunan kemiskinan.

Wakil Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan dunia pendidikan jangan hanya sekadar fokus pada teori akan tetapi juga bagaimana mempersiapkan individu untuk dapat berkompetisi dalam industri yang terus berkembang.

"Ini juga yang telah menjadi fokus pemerintah dengan terus mendorong sekolah vokasi agar SDM yang lulus dapat langsung diserap oleh pasar karena telah memiliki kompetensi," ujar Arif dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, Kamis (2/5/2019).


Lebih lanjut Arif menyampaikan apabila sekolah vokasi terus diperluas dan ditingkatkan, diperkirakan jumlah tenaga kerja akan semakin meningkat. Jika penyerapan tenaga kerja kian banyak, maka tentunya akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan rakyat.

Hal ini sesuai dengan pemikiran Bung Hatta. Pendiri bangsa itu menyebutkan orang akan merasa hidupnya berbahagia apabila makannya cukup setiap waktu, pakaiannya lengkap sekadarnya, ada rumah tempat kediamannya yang memberikan cahaya hidup, kesehatannya sekeluarga terpelihara, anak-anaknya dapat disekolahkan, ada pula perasaan padanya bahwa ia pada hari tuanya tidak akan terlantar.

"Kondisi itu bisa dicapai apabila orang tersebut memiliki pekerjaan. Untuk bisa mewujudkan hal tersebut kuncinya adalah pendidikan yang kompeten," ucapnya.

Pendidikan yang kompeten, sambungnya, memiliki arti yakni adanya kapabilitas untuk dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri, memenuhi standar produktivitas kerja yang diterapkan industri dan dapat memberi nilai lebih pada industri. Terlebih, saat ini kompetisi dan kompetensi industri kian kompleks.

"Jika berkaca pada situasi seperti itu, di sinilah dunia pendidikan sebagai ujung tombak pembentuk sumber daya manusia yang berkualitas memiliki peran yang paling krusial," ucapnya.


Apabila pendidikan telah menjalankan perannya dengan baik, maka taraf hidup dan standar kualitas hidup masyarakat diyakini akan semakin baik dan berujung pada penurunan kemiskinan.

Kondisi ini juga didukung dengan program pemerintah yang terus fokus pada dunia pendidikan, seperti Kartu Indonesia Pintar dan wajib belajar yang dinaikkan menjadi 12 tahun dari 9 tahun.

"Saat ini tingkat kemiskinan sudah berada di level satu digit. Dengan adanya peningkatan kualitas pendidikan, saya yakin kemiskinan juga akan semakin turun," jelas Arif.


Saksikan juga video 'Kata Nagita Slavina soal Peran Artis di Dunia Pendidikan':

[Gambas:Video 20detik]


(ega/prf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed