DetikNews
Kamis 02 Mei 2019, 10:03 WIB

Pejabatnya Meninggal Setelah Bersama Wanita di Hotel, Ini Penjelasan Pelni

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Pejabatnya Meninggal Setelah Bersama Wanita di Hotel, Ini Penjelasan Pelni Foto ilustrasi, tidak berhubungan dengan isi berita. (Edi Wahyono/detikcom)
Makassar - Kepala Cabang Pelni Nabire, Papua, Marthin Matheus Tambunan (52), ditemukan tewas di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan sempat membawa seorang perempuan masuk ke dalam hotel. Pelni menjelaskan korban di Makassar dalam rangka perjalanan dinas.

"Saat transit di Makasar, yang bersangkutan meninggal dalam perjalanan dinas dari Nabire ke Jakarta," kata Kepala Kesekretariatan PT PELNI (Persero), Yahya Kuncoro dalam keterangannya, Kamis (2/5/2019).

Pelni, kata Yahya, pun menjamin pelayanan kapal di Nabire tidak akan terganggu karena insiden peristiwan ini.

"Pelni menjamin pelayanan operasional kapal di Nabire tetap beroperasi dengan aman dan lancar," katanya.



Yahya juga menjelaskan mengenai status Marthin di Pelni. Marthin, kata dia, merupakan kepala cabang kelas C di Pelni.

"Kami sampaikan almarhum Marthin Matheus Tambunan (52) bukan 'Bos BUMN' namun yang bersangkutan merupakan seorang kepala cabang kelas C, Cabang kecil," ujar Yahya.

Sebelumnya, Marthin Matheus Tambunan ditemukan tewas di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Marthin sempat ditemani seorang perempuan yang diduga Pekerja Seks Komersial daring (online).

Marthin ditemukan meninggal di lorong kamar hotel berbintang di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar pada Sabtu (27/4) malam. Kedatangannya ke Makassar diketahui hanya untuk transit dan melanjutkan perjalan ke Jakarta untuk menggelar rapat bersama para petinggi Pelni.

"Kita pelajari rekaman CCTV, saksi-saksi, resepsionis. Korban masuk ke hotel bersama perempuan, kemudian setelah kejadian perempuan yang sama-sama masuk ke dalam hotel bersama korban menghilang," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko.

"Kami telusuri, ada kuat dugaan wanita itu adalah (terkait) porsitusi dengan media online dan kami masih cari tahu itu," imbuh dia.
(mae/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed