detikNews
Kamis 02 Mei 2019, 08:12 WIB

Haikal Hassan Usul Sowan ke Ma'ruf Amin, TKN: Abah Sangat Terbuka

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Haikal Hassan Usul Sowan ke Maruf Amin, TKN: Abah Sangat Terbuka Foto: TKN Jokowi-Amin
Jakarta - Ustaz Haikal Hassan mengusulkan para tokoh dan ulama di forum Ijtimak Ulama III sowan ke cawapres Ma'ruf Amin untuk berbicara terkait dengan kecurangan pemilu. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf mengatakan Ma'ruf Amin akan sangat terbuka atas rencana tersebut.

"Saya kira Abah Kiai Ma'ruf Amin sangat terbuka untuk menerima siapa pun untuk sowan kepada beliau, termasuk dari para penggagas Ijtimak Ulama itu. Sebagai kiai sepuh, Abah Kiai Ma'ruf akan menjelaskan secara mana ranah yang harus diselesaikan menurut ketentuan regulasi perundang-undangan dan mana ranah kajian yang perlu ditanggapi dari perspektif fiqh siyasah atau fiqh politik," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Rabu (1/5/2019) malam.

Namun, jika pertemuan itu membahas kecurangan pemilu, Ace mendesak Haikal membuktikannya terlebih dahulu. Dia menuturkan bukti kecurangan seharusnya sudah dilaporkan ke Bawaslu jauh-jauh hari.

"Ustadz Haikal, kecurangan itu perlu dibuktikan, bukan saja diomongkan dan koar-koar di media sosial. Ayo buktikan di mana letak kecurangan itu dan sampaikan kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk menyelesaikannya, seperti Bawaslu atau Gakkumdu," ucap Ace.

Ace menyebut, jika tudingan mengenai kecurangan tersebut tidak bisa dibuktikan, itu sama dengan fitnah. Dia mengatakan pihaknya sangat terbuka bila diajak mengungkap kecurangan.

"Menuduh kecurangan tapi tanpa bukti, itu namanya fitnah. Tahu kan ganjaran bagi orang yang suka menebar fitnah? Coba tunjukkan kepada kami di mana BPN punya real count yang dapat diakses masyarakat seperti halnya 'War Room' kami yang terbuka untuk siapa saja. Kami juga memiliki data C1 yang jelas-jelas hasilnya memiliki kesamaan dengan real count KPU," tuturnya.

Sebelumnya, Haikal Hassan mengusulkan para tokoh dan ulama di forum Ijtimak Ulama III sowan ke cawapres Ma'ruf Amin. Alasannya, untuk berbicara terkait dengan kecurangan di Pemilu 2019.

"Saya secara pribadi mengusulkan dengan kaidah-kaidah, dengan keilmuan, dengan segala macam kecurangan yang sudah ada dan bisa dibuktikan, apa iya seorang kiai yang memahami jahatnya sebuah kecurangan, kalau terbukti, apa iya seorang kiai yang memahami segala unsur fikih, syariah, ilmu agama, Alquran, hadis, setelah dibuktikan betul-betul ada kecurangan, masih mau memimpin dengan cara yang curang? Apa iya?" ujar Haikal di Hotel Lor In, Sentul, Bogor, Rabu (1/5).


Haikal yakin Ma'ruf tahu betul ganjaran bagi orang-orang yang berbuat curang. Ia akan mempertanyakan jika Ma'ruf masih berminat menjadi pemimpin apabila kepemimpinannya diraih dengan cara curang.

"Kita tinjau dari sisi hukum agama bahaya, bahaya, gajinya bisa jadi haram, fasilitas bisa jadi haram, karena terjadi kecurangan. Walaupun bukan beliau yang lakukan kecurangan, mungkin fanatik beliau yang tutup mata yang melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif," kata Haikal.
(fdu/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com