Korban Bom: Bali Kok Panas Ya?
Minggu, 02 Okt 2005 09:05 WIB
Denpasar - Bencana memang tidak dapat ditolak, namun kadang sebagian orang merasa ada yang lain ketika bencana itu mendekat. Seperti Kadek Mulyati (27) kasir Restoran Raja's, asal Kabupaten Jembrana, Gilimanuk, Bali ini.Ia mengaku memiliki firasat kok tiba-tiba udara Pulau Dewata sangat panas. "Saya merasa ada yang tidak beres. Sebelum bekerja pun saya merasa enggak enak hati," kata Kadek yang ditemui detikcom di RS Sanglah, Denpasar, Bali, Minggu (2/10/2005).Kadek tidak sempat memperhatikan orang yang keluar masuk tempat restorannya bekerja. Ia sibuk menghitung jumlah tagihan diberikan pada pelanggannya. Pada malam yang naas itu memang restoran sedang dipenuhi turis yang ingin menikmati sajian khas Restoran Raja's.Kadek memperkirakan ada sekitar 100 orang tamu. 100 orang tamu itu memenuhi 27 meja di lantai satu dan tiga meja di lantai dua restoran itu."Tiba-tiba saya mendengar ledakan dan saya tidak tahu apa yang terjadi. Setelah ledakan saya kejang-kejang dan terbaring di lantai, tidak mendengar apa-apa lagi," kata Kadek.Akibat ledakan itu pendengaran Kadek terganggu akibat kerasnya suara ledakan. Wawancara dengan Kadek pun terpaksa harus dengan suara yang agak keras. Selain pendengarannya terganggu, ia mengalami luka di wajah akibat pecahan kaca, patah tangan kanan serta memar di dada. Hingga kini, Kadek belum mengetahui nasib 18 rekannya yang saat itu tengah bekerja.
(ddn/)











































