Kapolda Belum Pastikan Bom Bali II Sebagai Bom Bunuh Diri
Minggu, 02 Okt 2005 08:31 WIB
Denpasar - Bom Bali I pada 12 Oktober 2002 lalu disebut sebagai bom bunuh diri. Apakah bom Bali II yang meledak Sabtu (1/10/2005) ini juga sebagai bom bunuh diri? Kapolda Bali Irjen Pol Made Mangkupastika belum bisa memastikannya. Memang ada dugaan bahwa bom yang terjadi di Restoran Raja's yang berada di Kuta Town Square sebagai bom bunuh diri. Ini terlihat ditemukannya korban tewas yang hanya tinggal kepala dan kaki. Tapi, ini hanya indikasi. Bisa jadi korban tewas yang hanya ditemukan kepala dan kakinya itu juga sebagai korban. Hingga kini, kepala korban tewas ini belum bisa teridentifikasi. Kapolda Bali juga belum bisa memastikan apakah bom yang menewaskan sedikitnya 25 orang ini merupakan bom bunuh diri. "Belum pasti," kata Kapolda. Hingga kini, Polda masih terus menyelidiki kasus bom ini dan memburu pelakunya. Minggu (2/10/2005), aparat kepolisian kembali menyisir lokasi ledakan di Restoran Raja's. Penyisiran dilakukan untuk mencari barang bukti tambahan dan jika ada bahan peledak yang tertinggal. Kapolda menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi dan penyelidikan Polri, bom di Restoran Raja's ini diletakkan di lantai 1. "Ledakan pertama dari lantai 1," ungkap Kapolda. Akibat bom ini, bangunan restoran Raja's porak poranda. Lantai 1 dan 2 hancur berantakan, sementara lantai 3 masih utuh.
(asy/)











































