DetikNews
Rabu 01 Mei 2019, 16:14 WIB

PKS: May Day, Harus Ada Peningkatan Nasib Buruh

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
PKS: May Day, Harus Ada Peningkatan Nasib Buruh Foto: Jazuli Juwaini (dok. PKS)
Jakarta - Fraksi PKS DPR RI berharap peringatan Hari Buruh atau May Day tak menjadi seremonial belaka. PKS ingin peringatan May Day harus dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan buruh.

"Harus menjadi penanda bahwa negara dan pemerintah punya hutang dan tanggung jawab untuk mensejahterakan buruh dan pekerja. Harus ada peningkatan berarti nasib buruh dan pekerja dari tahun ke tahun," ujar Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini dalam keterangannya, Rabu (1/5/2019).



Jazuli mengatakan buruh memiliki arti dan peran strategis dalam pembangunan nasional. Menurut dia, bangsa yang besar adalah yang menghormati para buruh dan pekerjanya.

"Negara semestinya punya keberpihakan yang kuat atas kesejahteraan kaum buruh dan pekerja, baik buruh di dalam negeri maupun buruh migran. Karena hal ini merupakan mandat konstitusional salah satu tujuan bernegara yaitu memajukan kesejahteraan umum," tuturnya.

Anggota Komisi I DPR itu menuturkan ada sejumlah aspek yang harus dipikirkan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan buruh. Pertama, terkait peluang kerja pemerintah harus mengutamakan tenaga kerja dalam negeri daripada tenaga kerja asing di tengah tingginya tingkat pengangguran masyarakat.

Kedua, pemerintah harus memperkuat perlindungan buruh khususnya buruh migran kita di luar negeri. Hal ini harus sejalan dengan tertib administrasi dan peningkatan keterampilan.

"Kita tidak ingin terus menurus mengirim pekerja sektor rumah tangga, tapi harus meningkat pada sektor keahlian tertentu," kata Jazuli.



Ketiga, kata Jazuli, pemerintah harus meningkatkan upah minimum secara berkala ekuivalen dengan inflasi dan kenaikan harga-harga kebutuhan. Keempat, jaga daya beli masyarakat dengan pengendalian harga kebutuhan pokok sehingga tidak mencekik kondisi ekonomi masyarakat bawah. Kelima, meningkatkan program jaring pengaman sosial (social safety net) di berbagai bidang utamanya ekonomi, pendidikan dan kesehatan.

Keenam pelatihan dari unskill labour menjadi skill labour harus dipogram oleh negara melalui desain pendidikan dan kemiteraan dengan industri. Menurut Jazuli hal itu penting agar para pekerja punya karir yang semakin meningkat.

"Terakhir, peluang-peluang usaha dan kemandiriaan harus digalakkan secara masif sehingga para pekerja bisa punya alternatif penghasilan yang kompetitif. Pemikiran dan kebijakan tersebut insya Allah akan terus menjadi konsen dan garis perjuangan Fraksi PKS di seluruh Indonesia. Tujuannya agar buruh makin sejahtera, berkeadilan, dan bermartabat di negeri ini," pungkas Jazuli.


Simak Juga 'Front Perjuangan Rakyat Sampaikan Pesan Buruh Lewat Aksi Teatrikal':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed