Azahari Cs Dituding Sebagai Otak Peledakan Bom Bali II
Minggu, 02 Okt 2005 08:17 WIB
Jakarta - Belum jelas benar siapa yang berada di belakang peledakan bom Bali II. Namun, tudingan banyak dialamatkan kepada dedengkot bom Dr Azahari dan Noordin M Top. Sejumlah media asing menulis tentang tudingan ini. Azahari dan Noordin memang menjadi buronan utama Polri sejak lama. Presiden SBY juga telah menjadikan salah satu agenda 100 hari pertamanya untuk menangkap dua buron warga Malaysia itu. Namun, hingga kini, ketika jabatan Kapolri sudah disandang Jenderal Pol Sutanto, Azahari dan Noordin masih belum juga tertangkap. Azahari yang dikenal dengan pakar bom ini memang benar-benar cerdik untuk menghindar dari kejaran polisi. Sudah berkali-kali lokasi persembunyian Azahari dan Noordin diendus aparat, namun berkali-kali itu pula keduanya selalu bisa lolos. Keduanya memang sangat misterius.Berdasarkan hampir samanya cara peledakan bom Bali II dengan peledakan bom Bali I yang terjadi 12 Oktober 2002 lalu, tudingan sebagai otak pengeboman ini ditujukan kepada Azahari dan Noordin. Bom Bali I dipastikan sebagai 'buah karya' doktor yang pernah belajar di Reading University, Inggris ini. Sunday Times, Minggu (2/10/2005), salah satu media yang menuliskan tentang tudingan terhadap Azahari itu. Menurut Sunday Times, Azahari layak dicurigai karena ahli bom ini pernah juga meledakkan bom Bali pada Oktober 2005 lalu dan sejumlah kasus bom di Indonesia. Dan hingga kini Azahari masih buron. Independent, media dari Inggris, Minggu (2/10/2005) juga menuliskan bahwa Azahari sebagai calon tersangka kasus bom yang menewaskan sedikitnya 25 orang ini. Tudingan ini juga karena hingga saat ini Azahari masih bebas berkeliaran. Seperti diberitakan, sejumlah bom meledak di Restoran Raja's di Kuta Town Square dan Kafe Nyoman dan Kafe Mandege yang berada di Jimbaran, Bali, Sabtu (1/10/2005) sekitar pukul 19.00 Wita. Korban tewas 25 orang dan korban luka sebanyak 127 orang.
(asy/)










































