Pemerintah Bentuk Tim Investigatif
Minggu, 02 Okt 2005 03:19 WIB
Denpasar - Di tengah korban yang terus bertambah menyusul ledakan bom di Bali, pemerintah segera membentuk tim investigatif. Tim ini melibatkan unsur Forensik, Tim Identifikasi, Departemen Hukum dan HAM, Polda Bali dan Polri. Hal itu dikatakan Kapolri Jenderal Pol Sutanto saat mengunjungi korban peledakan bom di RS Sanglah, Denpasar, Bali, Minggu (2/10/2005). Kapolri ditemani Menko Polhukam Widodo AS, Kepala BIN Syamsir Siregar dan Kapolda Bali I Made Mangkupastika.Hingga saat ini belum terlihat Gubernur Bali Dewa Made Beratha meninjau lokasi. Yang baru terlihat adalah Wakil Gubernur Bali IGN Alit Kesuma Kelakan.Berdasarkan pantauan detikcom, suasana di RS Sanglah sudah mulai sepi. Berita mengenai RS ini tidak bisa menampung jumlah korban yang ada nampaknya tidak benar. Meski memang membludak, semua mayat dan korban luka dapat tertampung di RS ini. Terlihat di RS ini sejumlah orang mencari kerabat atau sanak familinya yang ikut menjadi korban dalam peledakan bom ini. Wajah mereka penuh dengan raut kesedihan dan tangisan tersebar di berbagai penjuru di RS ini.Korban luka-luka tersebar di berbagai RS di Bali, yakni RS Sanglah, RS Prima Medika, RS Kasih Ibu, RS Surya Husada, RS Graha Asih, dan RS Angkatan Darat di Denpasar.Lokasi peledakan bom saat ini masih menjadi tontonan warga Bali dan turis. Tidak ada satu pun turis yang menyangka bahwa liburannya dengan berkunjung ke Bali ternyata malapetaka. "Tragedi bom sudah pernah terjadi di sini. Kenapa sekarang terjadi lagi," kata seorang turis berkewarganegaraan Jepang.
(atq/)











































