"Membangun Indonesia ini butuh komitmen bersama dengan loyalitas tentu. Bagi partai yang oportunis wajib memperbaiki komitmen dulu agar ke depan tidak jadi duri dalam daging," ujar Ketua DPP NasDem, Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Selasa (30/4/2019).
Diketahui, PAN memiliki sejarah bergabung dengan Koalisi Jokowi setelah pasangannya yang diusung pada Pilpres 2014, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa kalah. PAN pun mendapat jatah menteri di Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.
Kemudian jelang Pilpres 2019, PAN mulai tidak satu suara dengan pemerintahan Jokowi. Hingga akhirnya PAN memutuskan kembali mengusung Prabowo Subianto yang dalam pemilu kali ini berpasangan dengan Sandiaga Uno.
Setelah Prabowo-Sandiaga kalah dari Jokowi-Ma'ruf Amin versi hitung cepat, isu PAN akan merapat kembali ke kubu Jokowi mulai berhembus. Kabar itu kian santer setelah Zulkifli bertemu Jokowi di Istana beberapa waktu lalu.
"Parpol pengguna politik praktis memang kesulitan menggunakan politik etis," kata Irma.
Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf itu pun menilai wajar saja bila Zulkifli benar kembali bermanuver mendekati Jokowi. Menurut Irma tak ada yang salah bila pihak yang kalah mendekati pihak yang menang.
Foto: Irma Suryani Chaniago bersama Jokowi. (Dok Pribadi). |
"Biasa kan seperti itu, karena politik itu dinamis. Yang kalah sebagian merapat ke yang menang dan sebagian tetap menjadi oposisi," tutur Anggota DPR RI itu.
Irma pun lalu menceritakan soal pertemuan elite TKN dengan Jokowi pada Minggu (27/4) lalu. Dalam kesempatan itu, Jokowi disebutnya meminta para pendukung dan timses untuk merangkul kembali semua pihak, termasuk kubu lawan.
"Pertama membicarakan tentang kembali merangkul semua pihak untuk bersama membangun Indonesia. Yang kedua Soal rencana pemindahan Ibu Kota," kata Irma.
Dia juga membenarkan Jokowi sedikit menyinggung soal kabinetnya di periode kedua nanti. Irma mengatakan, Jokowi ingin agar kabinetnya kuat.
"Yang ketiga kabinet harus kuat, agar target program kerja menuju Indonesia sejahtera bisa dicapai," ucapnya.
Isu soal PAN akan reposisi koalisi santer terdengar sejak Zulkifli dan Jokowi bertemu di Istana pekan lalu. Saat bertemu itu, Zulkifli disebut melobi Jokowi setelah Prabowo-Sandi kalah versi hitung cepat.
PAN sudah menyanggah Zulkifli melobi Jokowi untuk mengamankan kursi pimpinan MPR. Sandiaga Uno pun juga turut memastikan partai-partai Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandi tetap solid, termasuk PAN.
"Solid. Kubu BPN (solid)," kata Sandiaga. (elz/imk)












































Foto: Irma Suryani Chaniago bersama Jokowi. (Dok Pribadi).