Presiden SBY:
Ledakan Bali Tindakan Teroris
Sabtu, 01 Okt 2005 22:45 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) prihatin dan mengutuk pelaku ledakan di Bali. Presiden menegaskan ledakan di Bali adalah tindakan teroris karena dilakukan di tempat umum."Selaku Presiden Republik Indonesia saya mengutuk keras atas kegiatan yang tidak berperikemanusiaan ini. Ini jelas aksi terorisme karena sasarannya tidak pandang bulu dan di tempat umum," kata Presiden SBY di Bandara Halim Perdanakusuma usai rapat mendadak dengan sejumlah menteri, Sabtu (1/10/2005).Presiden menyesalkan terjadinya ledakan di Bali. Sebab, dalam tiga tahun terakhir kondisi politik, sosial, dan ekonomi di Bali tumbuh sangat baik. "Kita menyesalkan terjadinya kembali ledakan di Bali, karena selama tiga tahun terakhir kondisi politik, sosial, dan ekonomi di Bali tumbuh sangat baik. Bahkan pertumbuhan bisnis lebih baik daripada sebelum terjadinya bom 12 Oktober 2002," tandasnya.Dalam kesempatan itu Presiden juga berjanji akan terus mengejar para pelaku dan akan menghukum seberat-beratnya. "Kita akan mengejar terus pelakunya agar mendapat pengadilan dan hukuman yang berat," ujar dia.Ketika disinggung apakah ledakan ini terkait dengan belum tertangkapnya dua gembong teroris Nurdin M Top dan Dr Azhari, Presiden SBY mengatakan, "Operasi pengejaran terus belangsung. Terlau dini untuk mengaitkan dua burunon itu atas kejadian ini. Kita akan tingkatkan upaya pengamanan," tegasnya.
(san/)











































