Ditjen Pas Tindak Novanto Jika Ada Penyalahgunaan Izin Berobat di RSPAD

Haris Fadhil - detikNews
Selasa, 30 Apr 2019 10:56 WIB
Koruptor e-KTP Setya Novanto (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kemenkum HAM mengatakan bakal menindak tegas jika ada penyalahgunaan izin berobat yang diperoleh oleh Setya Novanto. Saat ini, Ditjen Pas sedang mengecek ada tidaknya dugaan penyalahgunaan izin.

"Ditjen Pas akan menindak tegas apabila ada penyalahgunaan izin berobat lanjutan di RSPAD," kata Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto dalam keterangan tertulis, Selasa (30/4/2019).

Ade mengatakan Novanto memperoleh izin berobat ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta karena didiagnosa mengalami berbagai penyakit, antara lain Aritmia, CAD (Coronary Artery Disease), vertigo, perifier, LBP (Low Back Pain), diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dan CKD (Chronic Kidney Disease).

"Berdasarkan rujukan dokter Lapas Sukamiskin tanggal 26 Maret 2019 yang ditandatangani oleh dr Susi Indrawati bahwa pengobatan narapidana Setya Novanto dapat dilaksanakan di RS rujukan pemerintah," ucapnya.

Meski mendapat rujukan, Ade menyatakan pengeluaran narapidana dari lapas harus dilakukan sesuai prosedur. Dia juga mengatakan tidak boleh ada penyalahgunaan pengeluaran dan pengawalan terhadap Novanto.




"Dalam izin disebutkan pelaksanaan pengobatan lanjutan dapat dilaksanakan di RS rujukan pemerintah tetap memperhatikan pengeluaran dan pengawalan sesuai prosedur dan tidak melakukan penyalahgunaan kewenangan," jelasnya.

Novanto sendiri menghuni Lapas Sukamiskin Bandung sejak 4 Mei 2018. Dia divonis bersalah dalam kasus korupsi proyek e-KTP dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara serta denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan.

Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti USD 7,3 juta. Hingga kini, Novanto baru mencicil sebanyak 5 kali dengan rincian:
- Rp 5 miliar dititipkan saat penyidikan;
- USD 100 ribu;
- Rp 1,1 miliar disita dari rekening Novanto;
- Rp 862 juta disita dari rekening Novanto; dan
- Rp 6,4 miliar dari pembayaran ganti rugi tanah di Jatiwaringin.



Simak Juga 'Muncul di KPK, Novanto Jadi Saksi Markus Nari':

[Gambas:Video 20detik]

(dhn/fjp)