DetikNews
Senin 29 April 2019, 18:50 WIB

Dirut Pertamina Nicke Widyawati Dipanggil KPK Lagi Besok Kamis

Ibnu Hariyanto - detikNews
Dirut Pertamina Nicke Widyawati Dipanggil KPK Lagi Besok Kamis Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati batal memenuhi panggilan penyidik KPK karena beralasan sakit. KPK pun menjadwalkan ulang pemeriksaan Nicke.

"Kami menjadwalkan ulang pada Kamis minggu ini (2/5)," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

"Semoga sudah sembuh dan bisa dilakukan pemeriksaan," imbuh Febri.

Sebelumnya disebutkan ada surat yang dikirim Nicke kepada penyidik KPK. Nicke beralasan tidak bisa hadir ke KPK hari ini karena sakit.

Nicke seharusnya hari ini menjalani pemeriksaan di KPK berkaitan dengan kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau-1. Dalam jadwal pemeriksaan di KPK, Nicke dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT PLN (Persero) nonaktif Sofyan Basir. Penyidik memanggil Nicke dalam kapasitasnya sebagai mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN.

Dalam pusaran kasus ini, sebenarnya Nicke pernah diperiksa pada Senin, 17 September 2018. Ketika itu KPK mencecar Nicke soal pertemuannya dengan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, yang saat itu masih berstatus tersangka dalam kasus ini.

Sedangkan hari ini, selain Nicke, penyidik memanggil Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman, Senior Vice President Legal Corporate PLN Dedeng Hidayat, serta Direktur Bisnis Regional Maluku dan Papua PT PLN Ahmad Rofik. Mereka juga diperiksa sebagai saksi untuk Sofyan Basir.




Dalam kasus ini, Sofyan ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga membantu mantan anggota DPR Eni Saragih mendapatkan suap dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. KPK menduga Sofyan dijanjikan jatah yang sama dengan Eni dan Idrus, yang lebih dulu diproses dalam kasus ini.

KPK menduga Sofyan berperan aktif memerintahkan jajarannya agar kesepakatan dengan Kotjo terkait proyek PLTU Riau-1 segera direalisasi. KPK menyebut ada berbagai pertemuan di hotel, restoran, kantor PLN, dan rumah Sofyan terkait pembahasan proyek ini.

Saat diumumkan sebagai tersangka, Sofyan sedang berada di Prancis untuk keperluan pekerjaan. Kini, setelah Sofyan pulang dari Prancis, KPK telah meminta Imigrasi mencegah Sofyan pergi ke luar negeri. Sofyan berjanji akan bersikap kooperatif.

"Pak Sofyan Basir sudah kembali ke Jakarta. Sempat komunikasi. Intinya, insyaallah beliau akan kooperatif," kata pengacara Sofyan, Soesilo Ariwibowo, kepada detikcom, Jumat (26/4).


Simak Juga 'Eks Direktur Keuangan Pertamina Divonis 8 Tahun Bui':

[Gambas:Video 20detik]


(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed