DetikNews
Senin 29 April 2019, 16:24 WIB

KLHK Telusuri Pihak Lain di Kasus 438 Kontainer Kayu Ilegal

Rolan - detikNews
KLHK Telusuri Pihak Lain di Kasus 438 Kontainer Kayu Ilegal Dirjen Penegakan Hukum KLHK Rasio Ridho Sani (Haris/detikcom)
Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tengah menelusuri temuan 438 kontainer kayu ilegal dari operasi di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Surabaya, Makassar, dan Papua. KLHK saat ini sudah menetapkan 6 orang sebagai tersangka dalam kasus 438 kontainer kayu ilegal dan tengah mendalami pihak lainnya.

"Dari 6 operasi yang kami lakukan, dari 6 kapal, kami sudah melakukan penindakan terhadap 438 kontainer kayu yang ada di Surabaya dan di Makassar, juga ada beberapa lokasi yang kami lakukan penyegelan di Papua. Di mana pada saat ini sudah ditetapkan tersangka, yaitu 6 tersangka yang berada di Makassar dan ada di Jakarta," ujar Dirjen Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani di Gedung Manggala Wanabakti, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (29/4/2019).

Ridho melanjutkan, 2 kasus dari temuan 438 kontainer kayu ilegal tersebut sudah akan disidangkan.

"Dua kasus sudah P21 tahap II, yang artinya 2 sudah akan disidangkan, sementara yang 4 kasus lagi sudah persiapan untuk proses persidangan. Jadi sudah ada 6 kasus tahap P21, ini progres yang sangat cepat yang kami lakukan terkait penanganan kasus kayu ilegal di Papua," katanya.

KLHK juga terus menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain di kasus kayu ilegal tersebut, dan mendalami bagaimana struktur kejahatan kayu ilegal tersebut dapat terjadi.

"Kemudian tadi yang saya sampaikan ini untuk membenahi tata kelola industri sumber dalam alam kita agar ini tentu kita menyelamatkan sumber daya alam kita lebih baik, bisa kita manfaatkan berkelanjutan. Kita juga bisa mencegah dampak-dampak dari perusakan sumber daya alam ini. Sebagaimana kita ketahui, sumber daya alam sudah rusak, kita tidak hanya kehilangan sumber pendapatan bagi negara, tapi juga kita akan menghadapi ancaman kerusakan ekosistem, termasuk di dalamnya bencana ekologis," imbuhnya.

Ridho pun menjelaskan, nilai dari kayu ilegal yang disita KLHK tersebut bisa mencapai Rp 1 triliun.

"Kalau kita lihat, seandainya kayu ini yang berjumlah sekitar 100 ribu meter kubik, kalau 1 kayunya Rp 20 juta, ini sekitar Rp 200 miliar. Ini kayu belum diolah lebih lanjut. Kalau sudah diolah barang lebih lanjut tentu lebih besar lagi. Kalau misalnya 1 meter kubik itu bisa 80 meter persegi floor, itu Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun nilai dari kayu ilegal ini," jelasnya.


Simak Juga 'Bea-Cukai Sulsel Gagalkan Pengiriman Kayu Ilegal Nilainya Rp 500 Juta':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed