DetikNews
Senin 29 April 2019, 16:13 WIB

Propam akan Panggil Kapolres di Malut soal Anggota Protes Honor Pemilu

Audrey Santoso - detikNews
Propam akan Panggil Kapolres di Malut soal Anggota Protes Honor Pemilu Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Polri menyebut Propam Polda Maluku Utara (Malut) akan menyelidiki latar belakang terjadinya protes anggota Bintara terhadap Kapolres Halmahera Selatan terkait honor pengamanan Pemilu. Propam disebut akan memanggil Kapolres Halmahera Selatan dan jajarannya untuk dimintai keterangan.

"Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan sedang melakukan penyelidikan, apa yang sesungguhnya terjadi sehingga ada reaksi yang demikian. Ini adalah kesalahpahaman terkait dengan pengamanan tersebut," ujar Kabag Penerangan Umum (Penum) Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2019).

"Pasti ya nanti ada pemeriksaan dari Kapolres, Wakapolres, Kabag pos dan semuanya yang ada dilakukan pemeriksaan," imbuh Asep.





Asep menegaskan pemeriksaan terhadap pimpinan Polres Halmahera Selatan dilakukan untuk meminta konfirmasi.

"Intinya adalah melakukan konfirmasi tentang kejadian apakah benar demikian atau ada beberapa yang tidak terkomunikasikan dengan baik," kata Asep.

Asep mengatakan Polri juga akan menyelidiki benar atau tidaknya ada ancaman dari sang Kapolres kepada anggotanya yang memprotes itu.

"Pernyataan (anggota diancam dimutasi karena protes) itu ada di media sosial, tersebar, tapi lagi didalami," kata Asep.

Asep menjelaskan seorang komandan wilayah tak bisa serta merta memutasi anggotanya. Asep menambahkan kewenangan komandan wilayah terbatas.

"Seorang kepala satuan wilayah itu tidak serta merta dapat bicara demikian karena punya hak yang terbatas dalam memutasi personelnya. Sekali lagi semua masih dalam proses konfirmasi apa benar seperti itu," ucap Asep.

Protes anggota polisi diketahui setelah beredar video polisi beramai-ramai meneriaki seorang perwira polisi di halaman markas polisi. Polisi itu disebut protes terkait honor pengamanan Pemilu 2019.

Dilihat detikcom pada Senin (29/4/2019), video itu berdurasi 37 detik. Tampak seorang personel membela temannya yang sedang protes.

"Komandan mau ancam mutasi, mutasi kemana komandan?" teriak personel berpangkat bintara itu kepada perwira yang sedang berdiri di podium sambil berusaha menenangkan anggotanya.

Dari informasi yang diterima detikcom, peristiwa itu terjadi di Mapolres Halmahera Selatan, pagi tadi. Kapolres Halmahera Selatan diprotes anggotanya yang merasa honor pengamanan Pemilu 2019 mereka dipotong.

"Miskomunikasi saja. Bukan pemotongan (honor). Kemarin kan tahapan pemilu molor. Semula pemungutan suara sampai penghitungan diprediksi enam hari sesuai jadwal KPU, ternyata saat pelaksanaannya lebih lama dari waktu yang diprediksi, sementara DIPA anggaran yang diberikan hanya 6 sampai 7 hari," ujar Kapolda Maluku Utara Brigjen Suroto saat dimintai konfirmasi detikcom.

Suroto menegaskan Polda Maluku Utara akan memenuhi hak-hak anggotanya yang telah bertugas mengamankan pemilu.

"Wakapolda, Karo ops sudah turun ke lapangan. Rencana saya juga turun ke lapangan. Kami akan penuhi hak-hak mereka. Kami akan cari anggarannya," tutur Suroto.


Simak Juga 'Ratusan Polisi Salat Gaib untuk Petugas Pemilu yang Meninggal':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed