Sopir Angkot di Ambon Juga Emoh Beroperasi
Sabtu, 01 Okt 2005 17:24 WIB
Ambon - Mogok yang dilakukan sopir angkot di sejumlah kota di Tanah Air juga menular ke Ambon. Ruas jalan di kota yang pernah dilanda konflik itu tampak lengang. Hanya terlihat satu dua angkot saja yang melintas.Sejak pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM yang berlaku pukul 00.00 WIB, Sabtu (1/10/2005), sebagian besar sopir angkot di kota ini memilih menghentikan operasionalnya.Dari pantauan detikcom di Terminal Mardika, Ambon, angkot jurusan Air Salobar hanyaterlihat satu dua unit saja. Hal yang sama terjadi pada angkot jurusan Kebun Cengkih dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon. "Teman-teman sopir banyak memilih tidak beroperasi karena harga bensin yang mahal dan tidak sebanding dengan tarif angkot," ujar Mursidan (51), sopir jurusan STAIN.Menurutnya, sebelum kenaikan harga BBM, ia biasa merogoh kocek Rp 75 ribu untuk mengisi bensin sebanyak 30 liter. Namun setelah kenaikan harga melonjak 100 persen, ia harus mengeluarkan sedikitnya Rp 135 ribu.Dikatakan Mursidan, angkot yang dikemudikannya masih menggunakan bensin yang dibeli sehari sebelum harga bensin dinaikkan. "Kebetulan saya isi bensin kemarin dan masih mencukupi untuk operasi hari ini," ungkap Mursidan.Karena itu, ia berharap pemerintah kota atau dinas perhubungan segera menetapkan tarif baru. "Kalau sampai Senin tarif tidak dinaikan, saya belum mau beroperasi karena akan rugi," kata dia. Sementara Fery Pattinama (34), pengemudi angkot jurusan Air Salobar saat ditemui di Terminal A Mardika, mengungkapkan, angkot Air Salobar yang beroperasi hanya 12 unit. Padahal jumlah angkot jurusan Air Salobar seluruhnya mencapai 42 unit. "Yang beroperasi itu kebetulan sudah mengisi bensin sehari sebelum harga naik. Teman-temanmemilih tidak beroperasi sampai tarif angkot dinaikkan," tandasnya.Keluhan serupa disampaikan Hi Amir, pengusaha angkot di Ambon. Dia menuturkan, pihaknya telah meminta sopirnya untuk mengistirahatkan enam unit angkotnya sampai tarif baru diberlakukan. "Kalautidak saya yang akan rugi," ujar Hi Amir, saat ditemui dikediamannya.Menyikapi persoalan ini, Walikota Ambon MJ Papilaja mengatakan, dalam waktu dekat tarif akan dinaikkan. "Mudah-mudahan Senin sudah ada pengumuman tentang tarif angkot. Jadi tunggu saja," katanya.
(umi/)











































