BBM Naik, Harga Sembako di Semarang Langsung Terkerek

BBM Naik, Harga Sembako di Semarang Langsung Terkerek

- detikNews
Sabtu, 01 Okt 2005 15:58 WIB
Semarang - Seperti menjadi tradisi, begitu harga BBM naik, harga kebutuhan pokok juga tidak mau ketinggalan. Kondisi itu juga terjadi di Semarang. Begitu harga BBM diumumkan naik lebih dari 85%, harga sembako pun langsung melejit.Berdasarkan pantauan detikcom di sejumlah pasar tradisional di Semarang, Sabtu (1/10/2005), kenaikan harga terjadi hampir merata pada semua barang-barang kebutuhan pokok. Beras kualitas sedang jenis C-4 dan umbuk, misalnya, naik dari Rp 3.200 menjadi Rp 4000 perkilo.Sementara, gula pasir naik menjadi Rp 5.800 dari harga semula Rp 5.400. Harga minyak goreng curah juga naik dari Rp 5.000 menjadi 5.400 per kilogram. Harga telur naik menjadi Rp 8.500 dari sebelumnya Rp 8.000.Hal serupa juga terjadi pada harga daging. Daging sapi kualitas baik yang biasanya hanya Rp 38.000 naik menjadi Rp 40.000/kg. Sedangkan untuk daging sapi kualitas sedang dari Rp 36.000 naik menjadi Rp 38.000/kg dan yang kualitas rendah menjadi Rp 34.000 dari sebelumnya Rp 32.000/kg.Satu-satunya barang yang tidak naik adalah daging ayam. Sejak wabah flu burung berhembus hingga hari ini, harganya tetap di kisaran Rp 13.000/kg. Pemberitaan media massa soal flu burung dinilai ikut mempengaruhi minat masyarakat menyantap daging ayam. Menyikapi kenaikan harga ini, salah seorang pedagang sembako, Suyanto (37), mengaku sedih. "Ini membuat warung saya sepi. Pembeli seperti tidak ada. Berbeda dengan sebelum harga-harga naik yang selalu ramai," ungkapnya di Pasar Peterongan, Jalan Sompok, Semarang.Hari ini suasana di Pasar Peterongan, Semarang, memang tidak seperti biasanya. Sejak pagi, pasar terlihat sepi. Banyak warung dan kios-kios yang kosong pembeli. Padahal pada hari-hari biasa, pasar yang letaknya hanya 2 km dari pusat kota ini selalu ramai dengan pembeli.Ekonomi MerosotSeorang warga yang mengaku bernama Leni mengatakan, kenaikan harga-harga itu membuat kondisi ekonomi keluarganya kian merosot. Kalau sebelumnya dalam sehari keluarganya hanya menghabiskan uang Rp 15.000 untuk kebutuhan makan sehari, kini uang Rp 20.000 hanya cukup untuk makan setengah hari."Kalau tidak ada kenaikan gaji, maka keluarga saya pasti kerepotan," kata perempuan paruh baya ini ketika ditemui di Pasar Bulu Semarang, Jalan Sudirman. Ketika ditanya soal profesinya, Leni mengaku sebagai PNS. (umi/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads