Megawati Pertanyakan Lonjakan Harga BBM yang Lebihi 85%
Sabtu, 01 Okt 2005 13:09 WIB
Yogyakarta - Naiknya harga BBM yang melebihi 85 persen dipertanyakan semua pihak, termasuk mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. Mega mengaku tidak habis pikir dengan kenaikan harga BBM yang di luar perkiraan itu."Sudah sejak dulu, PDIP lewat fraksi maupun rapat di DPP menyatakan menolak kenaikan BBM. Kalau sekarang ini pemerintah menaikkan harga BBM, menurut saya itu sangat harus dipertanyakan. Bukan saja oleh partai tapi juga masyarakat. Mengapa kenaikannya sampai 85 persen?" tutur Mega.Mega mempertanyakan kebijakan pemerintah itu usai menghadiri ujian promosi doktor Bambang Kesowo di Sekolah Pasca Sarjana UGM, Jalan Tekhnika Utara, Yogyakarta, Sabtu (1/10/2005).Diungkapkan Mega, pertanyaan serupa sebelumnya juga empat dilontarkan Fraksi PDIP di DPR. Apalagi pemerintah tidak membicarakan terlebih dulu masalah ini dengan DPR. Padahal, ada beberapa hal yang harus diputuskan bersama karena DPR adalah wakil rakyat. Sehingga kondisi yang kini dihadapi bisa ditangani bersama."Dengan naiknya harga BBM kan menunjukkan arogansi pemerintah. Padahal masalah bangsa ini tidak hanya diputuskan pemerintah sendiri saja, tapi harus dibicarakan juga dengan legislatif dan yudikatif," tuturnya.Dia kemudian mencontohkan, sewaktu pemerintahannya dulu, bagaimana pun sulitnya keadaan, semua pihak berusaha untuk saling mengontrol sehingga keadaan tidak seperti sekarang ini. Namun saat ditanya apakah DPR perlu mengusulkan hak interpelasi, Mega mengatakan, "Kita lihat dulu dan kita juga akan bicara dengan fraksi."
(umi/)











































