75% Angkutan Umum di Solo Mogok

75% Angkutan Umum di Solo Mogok

- detikNews
Sabtu, 01 Okt 2005 12:45 WIB
Solo - Gara-gara angkutan umum menghentikan operasionalnya, kota Solo terlihat lengang. Sebanyak 75% pengemudi angkutan di kota ini memilih berhenti menarik penumpang. Mereka tidak mampu membeli BBM yang harganya melambung.Dari pantauan detikcom, pengemudi angkutan terlihat berkumpul di beberapa perempatan ruas jalan kota Solo. Mereka tidak melakukan aktivitas seperti biasa dan hanya ngobrol dengan sesama sopir angkutan seputar kenaikan BBM."Sebagian besar memang tidak melakukan operasional, alasannya karena tingginya harga BBM yang baru tidak menutup biaya operasioanl," kata Ketua Organda Solo Joko Suprapto ketika dihubungi detikcom, Sabtu (1/10/2005).Menurut Joko, dari pantauan yang dilakukan Organda Solo hari ini, angkutan umum yang beroperasional hanya sebanyak 25-30 persen dan sebagian besar memilih tidak jalan. Namun Joko menolak, kalau ini dikatakan mogok massal. "Ini lebih karena pengemudi tidak mampu menutup biaya operasional," kilah Joko.Pengusaha angkutan di Solo masih menunggu diperbolehkannya penerapan tarif baru sesuai kenaikan BBM. Selama belum ada kepastian tarif baru, lanjut Joko, angkutan kota tidak akan berjalan normal seperti biasanya.Mengenai angka kenaikan tarif ini, Joko mengaku belum bisa mengtakannya, karena sedang melakukan penghitungan. "Karena harus dihitung-hitung lagi, kenaikannya sangat drastis lebih dari 100 persen. Semula kami perkirakan naiknya 50 persen tapi ternyata lebih besar, jadi kami belum punya hitungan untuk tarif baru," paparnya.Meski angkutan umum banyak yang tidak jalan, namun tidak terlihat adanya penumpukan penumpang di beberapa ruas kota Solo, karena hari ini banyak karyawan yang libur kerja. Minimnya angkutan umum dimanfaatkan oleh beberapa pengemudi angkutan gelap berplat hitam. Angkutan gelap ini rata-rata mengenakan tarif lebih tinggi dari angkutan umum. (ir/)


Berita Terkait