Pantau KKB, Wapres Disambut Hangat di Cilincing
Sabtu, 01 Okt 2005 12:37 WIB
Jakarta - Meski baru semalam menaikkan harga BBM lebih 100%, tapi masyarakat tetap menyambut hangat kedatangan Wapres Jusuf Kalla ketika menyambangi Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (1/10/2005).Kalla yang mengenakan kemeja putih dan celana gelap, disambut tepuk tangan oleh ratusan warga setempat. Warga tampak sumringah. Mereka senang kampungnya kedatangan orang top. Kehadiran Kalla bisa jadi pemandangan baru bagi kawasan itu. Sebab, Kalla diiringi pengamanan Paspampres yang ketat dan juga para wartawan televisi dengan peralatan canggih mereka. Selain Kalla, pejabat yang tampak adalah Menakertrans Fahmi Idris, Wagub DKI Jakarta Fauzi Bowo dan Walikota Jakarta Utara Effendy Anas. Di daerah itu, Kalla berdialog dengan masyarakat setempat. Sebuah tenda didirikan di depan sebuah rumah warga di RW 8, Jalan Kalibaru Barat, Kelurahan Kalibaru Barat.Di RW itu, keluarga miskin ada 337 dan 100% sudah menerima KKB. Sedangkan di Kalibaru terdapat 3.003 KK miskin. Namun baru 75% yang menerima Kartu Kompensasi BBM (BBM) yang bisa diuangkan Rp 300 ribu untuk tiga bulan ke depan. Sedangkan di Jakarta Utara, jumlah KK miskin ada 25.919. Tapi KKB yang terdistribusikan baru 13.141 atau 51%. Dalam dialog itu, banyak warga yang mengaku miskin namun tidak kebagian KKB. Misalnya saja Ny Yati. Dia curhat pada Jusuf Kalla. Tapi dalam dialognya itu ketahuan bahwa keluarga Ny Yati memang tidak berhak mendapatkan KKB. Penyebabnya, lantai rumahnya sudah berkeramik dan keluarganya dan penghasilan tetap yang lumayan. Ini tidak cocok dengan persyaratan mendapatkan KKB.Ny Yati juga mengeluh karena dia harus membayar SPP anaknya yang bersekolah di SMPN 84 sebanyak Rp 105 ribu/bulan. "Lho kan ada BOS?" jawab Kalla. BOS (bantuan operasional sekolah) merupakan dana kompensasi dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) yang bergulir sejak Maret lalu. Dengan BOS, siswa tak perlu bayar SPP lagi. Tapi prakteknya tidak segampang itu.Karena itu, Kalla meminta Walikota Jakarta Utara Effendy Anas agar menyelidiki SMPN 84. "Bagaimana penyalurannya kok masih harus bayar," ujar Kalla. Dalam dialog itu juga diketahui bahwa dari hasil pencocokan kembali (cokli) BPS, KK miskin bertambah 50. "Saya minta BPS meneliti kembali jumlah keluarga miskin, khususnya di sekitar RW 08," kata Kalla.Kalla berdialog sekitar sejam. Dia meninggalkan lokasi itu sekitar pukul 11.30 WIB diiringi tatapan ratusan masyarakat yang happy atas kehadirannya.
(nrl/)











































