DetikNews
Minggu 28 April 2019, 05:20 WIB

Rutan Surabaya Musnahkan 500 Unit Ponsel Sitaan

Tim detikcom - detikNews
Rutan Surabaya Musnahkan 500 Unit Ponsel Sitaan Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Sebanyak 500 unit ponsel yang disita dari penghuni Rumah Tahanan Klas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, dimusnahkan petugas. Pemusnahan itu merupakan upaya memerangi peredaran gelap narkoba yang dikendalikan dari dalam rutan dengan sarana komunikasi telepon seluler.

"Hal ini untuk menepis tuduhan masyarakat yang mengatakan kalau peredaran narkoba itu banyak dikendalikan dari dalam lapas atau rutan," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Jatim, Pargiyono dalam Puncak peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-55 di Rutan Klas I Surabaya Medaeng Sidoarjo, dikutip dari Antara, Minggu (28/4/2019).


Pargiyono mengatakan 500 unit ponsel itu didapatkan dalam razia di rutan beberapa bulan terakhir. Ia menegaskan pihaknya berkomitmen memerangi narkoba.

"Ini adalah bentuk komitmen kami perang terhadap narkoba," ujar dia.

"Kami juga melakukan penggeledahan blok hunian dilakukan secara berkala. Setiap minggu minimal dua kali kami lakukan penggeledahan," lanjut Pargiyono.

Tidak hanya kepada narapidana, Pargiyono mengatakan ia juga memberikan sanksi tegas kepada kepada pegawai yang terkena operasi tangkap tangan mencoba menyelundupkan ponsel ke dalam rutan.


"Salah satu petugas telah diberikan hukuman disiplin dan ditempatkan di pulau Kangean. Sanksinya tegas, jika tetap ngeyel saja, kami tak segan-segan untuk lakukan pemindahan dan hukuman lainnya," tutur Pargiyono.

Dalam peringatan hari bakti itu, Pargiyono menekankan bahwa insan pemasyarakatan harus mengubah cara pandangnya dalam menjalankan tugas. Dia mengatakan Unit Pelaksana Tugas (UPT) Pemasyarakatan harus ditransformasikan sebagai pranata sosial untuk menyiapkan masyarakat yang tangguh, berketerampilan, dan memiliki produktivitas tinggi.

"Perubahan paradigma diejawantahkan melalui program Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan," katanya.

Program tersebut, lanjut Pargiyono, diharapkan dapat memberikan perlakuan dengan target yang lebih spesifik melalui pola individualisasi perlakuan. "Revitalisasi juga dibangun untuk membentuk sebuah flow dalam mendistribusikan kepadatan hunian. Mulai dari lapas super maximum, maximum, medium dan minimum security. Berdasarkan pada tingkat resiko sehingga tidak terjadi 'overcrowding' di suatu tempat," ucap Pargiyono.
(tsa/tsa)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed