Tarif Angkot dan Bus Naik, Penumpang di Blok M Terkaget-kaget

Tarif Angkot dan Bus Naik, Penumpang di Blok M Terkaget-kaget

- detikNews
Sabtu, 01 Okt 2005 10:39 WIB
Jakarta - Kenaikan tarif angkot yang tiba-tiba membuat penumpang di Terminal Blok M terkaget-kaget. Meski sudah menduga sebelumnya, kenaikan tarif Rp 500-Rp 1.000 dianggap terlalu tinggi."Wah, memang sih sudah kita duga, tapi kaget aja langsung naik begini. Lagian BBM kok naiknya nggak kira-kira," keluh Wati (27) kepada detikcom. Wati berencana ke rumah temannya di kawasan Kalideres via Blok M.Keluhan penumpang diakui Komandan Regu I Terminal Blok M Awani Zaironi saat ditemui di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta, Sabtu (1/10/2005)."Memang nyaris semua penumpang mengeluh dengan adanya kenaikan tarif yang tinggi, dari Rp 1.500 menjadi Rp 2.000 untuk Metromini," kata dia.Meski kenaikan harga BBM cukup tinggi, dari hasil pengamatan di Terminal Blok M, jumlah bus yang ke luar masuk di terminal tersebut tetap normal dan tidak ada penumpukan penumpang. Sementara di sejumlah ruas jalan, angkot-angkot yang biasanya berjubel, kini menjadi barang langka. Di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tempat perlintasan angkot ke arah Tanah Abang dan Ciputat tampak sepi. Hanya ada satu dua angkot yang terlihat.Demikian juga di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Angkot-angkot yang biasanya saling berebut penumpang tidak kelihatan sama sekali. Hanya ada satu atau dua angkot yang melintas dan sudah pasti sarat penumpang. Kenaikan harga BBM yang rata-rata lebih dari 100 persen diduga menjadi penyebab berkurangnya angkot-angkot di jalanan ibukota. Para sopir kelihatannya masih memikirkan berapa tarif yang akan dikenakan kepada para penumpangnya. (umi/)


Berita Terkait