"Ya, salah satu kenapa saya ada di Surabaya itu adalah karena rekomendasi Bawaslu daerah yang menyatakan bahwa 8.000 lebih TPS di sini harus ada penghitungan suara ulang. Dan ini Surabaya ini kan kota nomor 2 terbesar di Indonesia," kata Sandi usai memantau rekapitulasi di GOR Pancasila, Surabaya, Sabtu (27/4/2019).
Sandi mengatakan, untuk memastikan Pemilu jujur, adil dan bermartabat saat ini lebih penting daripada kalah atau menang, atau bahkan bertemu dengan Ma'ruf Amin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagi kami lebih fokus adalah sekarang ini untuk memastikan pemilu jujur adil dan bermartabat. Buat kami, kalau pemilu jujur adil ini bukan tentang Prabowo-Sandi, bukan tentang kalah menang, bukan tentang bertemu dengan Pak kiai tidak," tegas Sandi.
"Tapi memastikan siapapun itu dipilih dengan proses bermartabat. Itu jauh lebih penting. Jangan kita khianati amanah rakyat. Itu yang jadi fokus kita sekarang," lanjutnya.
"Kalau masalah silaturahim anytime nggak ada masalah. Tapi yang paling penting ini yang sekarang ini," tandas Sandi.
Sebelumnya Sandi mengatakan sudah merencanakan pertemuan dengan Ma'ruf Amin sejak lama. Namun, menurut Sandiaga, rencana pertemuan itu tak pernah terlaksana.
"Saya sudah ingin bertemu dengan Pak Kiai Ma'ruf itu malah setelah Agustus (2018)," ujar Sandi di Rumah Siap Kerja, Jl Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan waktu itu.
Sandi mengaku sudah menghubungi lima orang terdekat Ma'ruf Amin untuk janjian bertemu. Tetapi, kata Sandiaga, Ma'ruf Amin belum memiliki waktu untuk menemuinya.
Tonton video Sandi: Saya Sudah Minta Ketemu, Tapi Ma'ruf Tak Punya Waktu:
(bdh/jor)











































