DiJakarta
Angkutan Sudah Naikkan Tarif
Sabtu, 01 Okt 2005 10:12 WIB
Jakarta - Pemerintah gagal mengantisipasi kenaikan tarif angkutan umum seiring naiknya harga BBM. Angkutan umum di Jabotabek beramai-ramai menaikkan tarifnya Sabtu (1/10/2005) pagi ini.Misalnya saja bus PAC76 jurusan Senen-Ciputat. Semula tarifnya Rp 3.500. Kini kru bus menaikkan tarif menjadi Rp 4.000. "Buat ongkos BBM ya," kata kenek bus pada setiap penumpang meminta agar dimaklumi.Bus Steady Safe PAC 73 jurusan Kampung Rambutan-Ciledug menaikkan tarifnya Rp 1.000 menjadi Rp 5.000. Selembar pengumuman dipasang di kaca dekat sopir. Tulisannya Untuk sementara tarif bus AC Rp 5.000 karena harga BBM naik 100% plus.Angkutan kecil seperti jurusan Cileungsi-Kampung Rambutan juga sudah membenderol harga gres. Bila naik dari Cibubur ke Rambutan biasanya Rp 1.500, kini sopir minta tambahan Rp 500.Bajaj juga menaikkan 'tarif dasar'-nya hingga Rp 1.000 sekali tarik. "Biasanya saja naik bajaj Rp 6.000, paling mahal Rp 7.000. Tapi sekarang sopirnya naikin seribu," kata Aya, menunjuk perjalanannya dari ITC Fatmawati ke Mal Pondok Indah.Sementara itu, bus PAC 16 milik PPD masih bertarif Rp 3.300. "Kita kan perusahaan pemerintah, jadi nunggu atas dah," kata sang kenek.Suasana Jakarta di hari pertama kenaikan BBM cukup lengang. Angkutan umum jenis Carry dan Kijang yang biasanya keliling Kebayoran Lama, kini cukup jarang ditemui. Selain karena hari Sabtu, juga karena pengaruh kenaikan harga BBM yang bikin mata terbelalak.
(nrl/)











































