Sopir Angkot Mogok, Ojek Favorit

Nyaris di Penjuru Indonesia

Sopir Angkot Mogok, Ojek Favorit

- detikNews
Sabtu, 01 Okt 2005 08:44 WIB
Jakarta - Sejumlah trayek angkutan kota (angkot) di Jakarta melakukan aksi mogok menentang kenaikan harga BBM. Aksi mogok ini juga terdapat di beberapa kota lainnya. Menurut rencana aksi ini akan terus dilakukan hingga DPP Organda DKI mengumumkan kenaikan harga BBM.Jadi bagi pelanggan setia angkot, bersiaplah untuk juga merogoh kantong lebih dalam lagi. Karena kemungkinan akan berkali-kali naik turun bis untuk mencapai tujuan yang hendak dicapai, atau malahan, akan menggunakan jasa angkutan alternatif lain seperti ojek.Bahkan ada beberapa angkot yang sudah menaikkan tarifnya sebelum keputusan resmi dari Organda DKI diumumkan. Meskipun tidak memaksa, namun tiap sopir angkot itu menaikkan tarifnya hingga 25%.Berdasarkan pantauan detikcom, sejumlah angkot di terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, melakukan aksi mogok karena kenaikan harga BBM ini akan mengurangi pendapatan mereka sehari-hari.Angkot yang mogok antara lain D01 Jurusan Ciputat-Kebayoran, C14 Ciledug-Lebak Bulus, 106 Parung-Lebak Bulus, KWK 102 Depok-Lebak Bulus, D15 Parung-Lebak Bulus."Kami sih tidak pernah memaksa kalau penumpang mau membayar Rp 4 ribu dari Rp 3 ribu yang biasanya. Dan kalau BBM naik, setoran juga pasti akan naik," ujar salah seorang sopir yang ikut melakukan aksi mogok.Kejadian serupa juga terjadi di beberapa daerah. Seperti Metro Mini 07 Semper-Senen, Koasi 09 Bekasi, Mikrolet 03 Kelapa Dua-Cililitan, M17 Pasar Minggu-Lenteng Agung, M20 Pasar Minggu-Ciganjur. Kejadian serupa juga terjadi di beberapa kota di Indonesia seperti di Bogor, Bandung, Tegal, Lampung Selatan, dan Samarinda.Pilih OjekSejumlah penumpang yang trayeknya melakukan aksi mogok, mengaku lebih memilih naik ojek daripada menunggu kendaraan lainnya. "Kami kecewa juga yah, jangan sampai ini terus-terusan terjadi. Kami lebih senang naik ojek daripada nunggu angkot selanjutnya, pasti penuh, jadi sama saja," ungkap salah seorang pegawai swasta Rahmat. (ary/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads